Katolikpedia.id

Ini 5 Fakta Penting tentang Paus Yohanes Paulus II. Kamu Harus Tahu!

paus-yohanes-paulus-ii

Katolikpedia.id – 18 Mei 2020 adalah hari bersejarah bagi Gereja Katolik. Seorang tokoh besar dalam sejarah, kita kenang kelahirannya pada hari ini. Dia adalah Santo Yohanes Paulus II.

Paus Yohanes Paulus II lahir di Wadowice, Polandia, sebuah kota kecil berjarak 50 km dari Krakow pada 18 Mei 1920. Maka, pada 18 Mei 2020 ini kita merayakan satu abad kelahirannya.

Meski mengalami banyak pengalaman pahit sejak kecil, hal itu tidak membuat Karol Józef Wojtyła, nama asli Santo Yohanes Paulus II, menyerah. Justru suka duka masa kecil itulah yang membuat dia makin bijaksana terutama saat menjabat Paus dari 16 Oktober 1978 hingga 2 Januari 2005.

Nah, apa alasan kita perlu mengenang secara khusus hari lahir Santo Yohanes Paulus II?

Berikut kami ringkaskan 5 hal penting seputar sosok Santo Yohanes Paulus II yang menurut tim Katolikpedia jadi alasan untuk kita kenang secara khusus satu abad kelahiran orang kudus yang satu ini

1. Sebatang kara

Karol Józef Wojtyła adalah bungsu dari tiga bersaudara dalam keluarga Karol Wojtyla dan Emilia Kaczorowska. Saat ia berusia Sembilan tahun, ibunya meninggal dunia, pada tahun 1929.

Kakak sulungnya Edmund, yang berprofesi sebagai dokter, meninggal pada 1932. Lalu ayahnya, seorang anggota angkatan darat non perwira, meninggal pada 1941.

Kakak keduanya yang perempuan bernama Olga, meninggal sebelum ia lahir. Jadi sebagian besar hidupnya ia jalani sebatang kara. Sedih banget ya….

2. Suka bertemu umat

Pengalaman hidup sendiri sejak usia kecil mendorong Paus Yohanes Paulus II untuk pergi ke berbagai tempat untuk membagikan cinta dan kasih sayang kepada semakin banyak umat Katolik dan non Katolik.

Ia menjalankan pelayanan sebagai pengganti Petrus dengan semangat misioner yang tak kenal lelah, penuh dedikasi dan dengan segenap tenaganya.

Tercatat, selama menjadi Paus, ia mengunjungi 129 negara termasuk ke Indonesia. Dan sebagai Uskup Roma, ia mengunjungi 317 dari 333 paroki kota.

Baca Juga: 5 Kenangan Terindah, Setelah 30 Tahun Kunjungan St Paus Yohanes Paulus II Ke Timor Leste

3. Membuat dunia tercengang

Dua hari setelah Natal, pada 27 Desember 1983, Paus Yohanes Paulus II pergi mengunjungi dan berbicara Mehmet Ali Ağca, seorang ekstremis Turki yang mencoba membunuh Paus dengan cara menembaknya di lapangan St Petrus pada 13 Mei 1981.

paus-yohanes-paulus-ii-dan-mehmet-ali-agca
Paus Yohanes Paulus II dan Ali Agca (Foto: tempo.co)

Ketika ditanya apa yang ia bicarakan dengan orang yang mencoba membunuhnya ia mengatakan, “Apa yang kita bicarakan, harus merupakan rahasia antara dia dan saya. Ketika berbicara dengannya, saya anggap ia adalah seorang saudara yang sudah saya ampuni dan saya percayai sepenuhnya”

Sikapnya ini membuat seantero dunia geleng-geleng penuh kagum, dan di sini pendahulu Paus Benediktus XVI ini ingin memberi contoh kepada dunia, bahwa hanya kasih yang akan memutus matarantai kebencian.

4. Serba pertama

Pada tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II tercatat sebagai Paus modern pertama yang berkunjung ke Mesir di mana dia bertemu dengan Paus Gereja Koptik, Paus Shenouda III, dan Patriark Ortodoks Yunani dari Alexandria.

Maret 2000, ketika mengunjungi Yerusalem, ia menjadi paus pertama dalam sejarah yang berkunjung dan berdoa di Tembok Ratapan. Setahun kemudian tahun 2001, dia juga menjadi paus Katolik pertama yang berkunjung dan berdoa di sebuah masjid di Damaskus, Siria.

Baca Juga: Di Sinilah Tersimpan Relikui Kaos Berlumuran Darah Paus Yohanes Paulus II Saat Dia Tertembak

Dia berkunjung ke Masjid Agung Umayyah yang sebelumnya adalah gereja Kristen, di mana Yohanes Pembaptis diyakini dimakamkan di situ. Saat itu dalam pidatonya, Paus ke-264 ini meminta Muslim, Kristen dan Yahudi untuk hidup bersama dengan damai.

5. Mukjizat Kanonisasi

Sejak wafat pada 2 Januari 2005, banyak pihak yang mendorong Gereja untuk menggelari mendiang Paus Yohanes Paulus II sebagai orang kudus. Enam tahun setelah itu, tepatnya pada 2011, Paus Yohanes Paulus II dibeatifikasi, setelah terjadi sebuah mukjizat kepada Suster Marie Simon Pierre.

suster-marie-simon-piere
Suster Marie Simon Piere (Foto: bbc.com)

Suster ini sembuh dari sakit Parkinson pada 2005, setelah berdoa melalui perantaraan Paus Yohanes Paulus II. Seperti kita ketahui, sebelum meniggal Paus Yohanes Paulus II juga mengami sakit yang sama.

Pada 2013, Floribeth Mora Diaz, seorang ibu empat anak asal Kosta Rika, sembuh dari aneurisma  “otak” atau sakit kepala yang tak tertahankan. Oleh dokter ia divonis, hidupnya tinggal sebulan lagi.

Namun, sembari berbaring menahan sakit, dengan gambar Paus Yohanes Paulus II pada sebuah cover majalah, Mora berdoa mohon kesembuhan melalui perantaraan mediang Paus Yohanes Pauluss II. Akhirnya ia mengalami kesembuhan beberapa hari kemudian.

Floribeth Mora Diaz
Floribeth Mora Diaz (Foto: rappler.com)

Mukjizat ini cukup meyakinkan Gereja untuk menggelari Paus Yohanes Paulus II sebagai santo pada 27 April 2014. Ia dikanonisasi bersama Paus Yohanes XXIII.

Inilah 5 hal penting yang dapat kita kenang sekaligus kita pelajari dari Santo Yohanes Paulus II. Dengan mengenang hari lahirnya pada hari ini, kita ingin menimba hal-hal baik dari orang kudus yang satu ini.

NB: Ikuti program Travel Rohani Katolikpedia di youtube ya….

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Tak Usah Dendam, Renungkan Ayat Kitab Suci Tentang Pengampunan Ini

Tiwie Pert

Pesan Mgr. Tri Harsono : Ini 3 Hal agar Usaha Umat Katolik tetap Stabil

Edeltrudizh

Doa yang Indah Kepada St. Yohanes Paulus II. Praktikan dalam Hidupmu

Steve Elu

1 comment

7 Fakta tentang Kapel Sistina Vatikan yang Jarang Diketahui Umat Katolik May 22, 2020 at 3:53 pm

[…] Baca Juga: Ini 5 Fakta Penting tentang Paus Yohanes Paulus II. Kamu Harus Tahu! […]

Reply

Leave a Comment