Katolikpedia.id

7 Fakta tentang Kapel Sistina Vatikan yang Jarang Diketahui Umat Katolik

kapel-sistina-vatikan

Katolikpedia.id – Pandemi menjadikan Italia sebagai salah satu negara dengan jumlah korban terbanyak dan membuat aktivitas negara itu terhenti sejak awal Maret.

Suasana sepi menyelimuti seantero negeri  termasuk  kota Vatikan. Basilika St.Petrus dan Museum Vatikan  yang biasa dipadati wisatawan setiap hari, tiba-tiba sepi.

Sejak beberapa terakhir, tanda-tanda pandemi akan berakhir sehingga pemerintah Italia sudah kembali mengizinkan rakyatnya kembali beraktivitas di luar rumah.

Vatikan juga melakukan hal serupa. Rencananya, Vatikan akan segera membuka kembali museum Vatikan untuk para penungjung.

Rencana pembukaan kembali museum vatikan tersebut disampaikan Sekretaris Jeneral Negara Vatikan, Mgr Fernando Vérgez Alzag melalui L’Osservatore Romano, Sabtu 9 Mei 2020.

Wah, terima kasih Tuhan. Akhirnya doa dan harapan kami perlahan-halan Kau kabulkan.

Nah, teman-teman pembaca Katolikpedia, salah satu daya tarik bagi para wisatawan di lingkungan Vatikan adalah Kapel Sistina. Kapel Sistina ini biasa dipadati pengunjung dari berbagai Negara.

Kira-kira, apa ya yang membuat kapel sistina ini menarik di mata wisatawan? Yuk, mari kita simak 7 fakta tentang kapel Sistina Vatikan berikut ini. Fakta-fakta ini jarang sekali diketahui umat Katolik.

Baca Juga: Ini 5 Fakta Penting tentang Paus Yohanes Paulus II. Kamu Harus Tahu!

1. Misa pertama di kapel Sistina

Misa pertama di Kapel Sistina dipimpin oleh Paus Sikstus IV pada tanggal 15 Agustus 1483, bertepatan dengan hari raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Dalam misa itu, Kapel Sistina dipersembahkan kepada Santa Perawan Maria.

2. Dinding kapel sudah terdapat lukisan

Pada dinding-dinding interior kapel ini, sejumlah pelukis ternama akhir abad 15 membubuhkan karyanya dalam bentuk lukisan dan selesai pada 1482.

Para pelukis itu adalah Pietro Perugino, Sandro Botticelli, dan Domenico Ghirlandaio. Lukisan-lukisan dinding itu menggambarkan kehidupan Musa dan Yesus.

kapel-sistina-dan-para-pelukisnya
(Foto: created by Katolikpedia.id)

3. Penolakan Michelangelo

Pelukis tersohor Michelangelo Buonarroti justru datang kemudian. Ia baru diminta oleh Paus Yulius II untuk melukis langit-langit kapel sistina, yang memiliki luas 12.000 kaki itu, antara tahun 1508 hingga tahun 1512.

Tugas itu sempat membuat Michelangelo jengkel, lantaran ia berpikir tugas itu hanya untuk kebesaran nama Paus. Lalu dia dapat apa??

kapel-sistina-dan-michaelangelo
(Foto: wikipedia.org)

Namun, pada kenyataannya, berabad-abad setelah itu, hasil karya Michelangelo tersebut disebut-sebut sebagai sebuah maha karya yang pernah ada dan ikut membesarkan namanya.

4. Paus Paulus III sampai jatuh berlutut

Setelah seperempat abad, Michelangelo kembali lagi ke ruang bawah tanah kapel sistina untuk melukis gambar Penghakiman Terakhir yang sangat termasyur itu. Mural besar yang ditempatkan di belakang altar, dilukis selama empat tahun, dari tahun 1536 hingga tahun 1541.

Konon diceritakan, Paus Paulus III sangat terkejut oleh ekspresifitas hasil lukisan itu sampai jatuh berlutut dan berdoa di hadapan lukisan Michelangelo.

5. Sama seperti ukuran bait Salomo

Secara umum, kapel sistina memiliki tiga lantai. Lantai paling bawah berukuran sangat luas dan ditopang oleh ruang bawah tanah, berbentuk setengah lingkaran yang sangat kokoh.

Kemudian kapel utama yaitu kapel sistina, dengan ukuran dalamnya, panjang 40,9 meter atau 134 kaki dan lebar 13,4 meter atau 44 kaki, sesuai dengan ukuran Bait Solomo yang digambarkan dalam Perjanjian Lama.

6. Tampilan luar biasa saja

Tak ada yang istimewa jika dilihat dari luar atau atapnya. Bagian luar Kapel Sistina sama seperti bangunan-bangunan lain di sekitar lingkungan Vatikan.

outdoor-kapel-sistina
(Foto: wikipedia.org)

Baca Juga: Puji Tuhan! Jokowi Akhirnya Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

Bagian luar kapel ini, tidak dihiasi dengan hiasan-hiasan arsitektur atau dekoratif, seperti yang biasanya ada di banyak gereja-gereja zaman Abad Pertengahan dan Renaissance di Italia.

Dan, kapel sistina tidak memiliki facade bagian luar ataupun pintu gerbang, yang bisa digunakan untuk prosesi atau perarakan. Hampir semua akses masuk lewat ruang-ruang dalam di lingkungan Istana Kepausan.

7. Aura spesial Kapel Sistina

Suatu pagi di tahun 1999, untuk pertama kalinya Gianni Crea menemani penjaga kunci yang lebih tua membuka pintu kapel sistina.

kapel-sistina-gianni-crea
Gianni Crea (Foto: nationalgeographic.grid.id)

“Detailnya begitu indah, ada sesuatu di sana yang sangat spesial, sangat ajaib,” katanya mengenang apa yang ia rasakan pagi itu.

Dan bertahun-tahun kemudian, ketika ia menjadi penjaga kunci museum Vatikan, Gianni Crea yang setiap pagi membuka kapel sistina dan menutupnya kembali ketika malam hari masih merasakan hal serupa.

Menurutnya, kapel sistina mampu menyentuh lubuk terdalam setiap pengunjung, apa pun agamanya. Ia percaya, keindahan dan aura kapel sistina, bisa menyatukan umat manusia tanpa memandang perbedaan apa pun.

Itulah 7 fakta tentang kapel sistina yang terkadang luput dari perhatian kita sebagai umat Katolik. Semoga uraian singkat ini bisa memperkaya pengetahuan dan mempertebal iman kita.

NB: Ikuti berita Katolik lainnya di youtube Katolikpedia yuk. Jangan lupa klik Like, Share, Comment, Subscribe ya…

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Aksi Nyata Kita Hari Ini : Katolik dan Islam Kita Bersaudara

Fr Andreas Anggit W.

Sebulan Setelah Kecelakaan, Romo Agustinus Suyatno Meninggal Dunia. Mohon Doanya

Admin

Setiap Hari, Dua Gereja Ini Merelakan Sebagian Bangku Gereja sebagai Tempat Tidur Orang Miskin

Steve Elu

Leave a Comment