Katolikpedia.id

Apa Itu Doa Syafaat dan Bagaimana Gereja Katolik Menjalankannya?

Resensi Buku Doa Syafaat

Katolikpedia.id – Bagi sebagian umat Katolik, doa syafaat mungkin terasa asing di telinga. Selain karena jarang diperbincangkan, cara melakukannya pun tidak tahu. Tapi, sadar atau tidak, jenis doa ini sudah banyak kali dipraktikan dalam Gereja Katolik.

Misalnya, ketika anggota keluarga, saudara, sahabat atau kenalan kita berulang tahun, kita ramai-ramai mengucapkan selamat ulang tahun, sembari mendoakan yang terbaik baginya. Atau, ketika mereka sedang sakit, kita juga mendoakan kesembuhan untuk mereka.

Lah, apakah doa kita yang sederhana dan kadang kita lakukan tanpa sadar itu pun termasuk doa syafaat?

Buku The Intercession Prayer menjelaskan dengan sangat rinci mengenai jenis doa yang satu ini. Bahkan dijelaskan pula bahwa doa yang satu ini sudah lama dipraktikan dalam Gereja Katolik, bahkan sejak zaman Yesus.

BACA: Daya Pikat Kitab Suci sebagai Cerita yang Enak Dibaca dan Mudah Dipahami

Dalam Katekismus Gereja Katolik dijelaskan bahwa doa syafaat adalah doa permohonan yang membuat doa kita “serupa” dengan doa Yesus. Mengapa demikian?

Karena dalam doa ini terdapat kata “perantara” yang merujuk pada pribadi Yesus yang adalah perantara antara Bapa dan kita sebagai manusia. Kita sering menyampaikan doa-doa kita kepada Bapa di Surga melalui Yesus, sebagai perantara kita.

Ketika kita mendoakan doa syafaat, peran kita adalah perantara. Artinya, kita jadi penghubung antara orang yang ingin memohon sesuatu dan Allah sendiri. Kita adalah perpanjangan lidah dan suara orang-orang yang ingin berseru kepada Tuhan.

Kita pasti ingat bahwa berdoa tidak melulu untuk kepentingan diri sendiri. Kita berdoa juga untuk orang-orang yang membutuhkan doa atau malah belum mengenal doa (Tuhan) sama sekali.

Yang menarik untuk ditelisik lebih dalam yakni pada masa perkembangan Gereja, doa syafaat orang-orang Kristen mengambil bagian dalam doa syafaat Kristus, yaitu ungkapan persekutuan orang-orang kudus. Dalam doa ini, orang tidak hanya fokus berdoa untuk dirinya sendiri tetapi pada kepentingan orang lain atau kelompok.

Buku yang ditulis oleh V. Prabowo Shakti ini menjelaskan dengan sangat gamblang tentang doa ini dan bagaimana Gereja Katolik mempraktikannya. Penyampaian dengan bahasa yang sederhana dan terukur, membuat kita mudah memahami posisi doa tersebut dalam Gereja Katolik.

Tak hanya itu. Uraian ini juga sangat membantu kita untuk memahami persis perbedaan doa syafaat dengan doa pribadi, dan doa-doa lainnya.

BACA JUGA: Roh Kudus adalah Jaminan Kita untuk Tinggal di dalam Allah dan Tidak Korupsi

Penjelasan tersebut terasa lebih mudah dipahami karena disertai dengan kisah atau contoh yang diangkat dari kehidupan sehari-hari, termasuk pengalaman pribadi penulis. Hal ini membuat tulisan tentang doa yang biasa kita anggap berat untuk dimengerti, jadi makin mudah ditangkap oleh orang awam pada umumnya.

Selain itu, sisipan kisah tentang orang-orang Kudus dalam Gereja Katolik yang mempraktikan doa ini semakin menguatkan argumen tentang pentingnya doa syafaat dalam perkembangan iman umat Katolik.

Maka bagi mereka yang ingin mengenal doa syafaat dengan lebih dalam dan bagaimana menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, buku ini bisa dijadikan panduan.

Tradisi doa yang sudah berkembang berabad-abad dalam Gereja juga bisa jadi penyemangat kita dalam berdoa, terutama berbagi perhatian dengan mereka yang sangat membutuhkan.

Judul: The Intercession Prayer

Penulis: V. Prabowo Shakti

Penerbit: PT Kanisius, 2020

Tebal: 294 halaman

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

5 Godaan yang Bisa Membuat Kamu Melalaikan Doa Pribadi. Nomor 5 Paling Banyak Terjadi

Steve Elu

Dampak Virus Corona Sangat Terasa, Mulai dari Paus Fransiskus sampai Umat Katolik Roma

Steve Elu

Peringatan Paus Fransiskus: Selamatkan Anakmu dari Pengaruh Buruk Teknologi Digital

Steve Elu