Katolikpedia.id

Ini Cara Menjadi Keluarga Katolik Berhikmat Seperti Kata Alkitab

cara menjadi keluarga katolik berhikmat

Katolikpedia.id – Mengusung tema “Apa Kata Kitab Suci Mengenai Keluarga Berhikmat?”, Penerbit Buku dan Toko Rohani OBOR dan Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki St Stefanus Cilandak menyelenggarakan talkshow pada Minggu, 15/9.

Acara yang digelar di aula lantai 4 Gereja Cilandak ini merupakan rangkaian perayaan syukur 70 tahun Penerbit Buku dan Toko Rohani OBOR, 40 tahun OBOR di bawah naungan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan 25 tahun Ziarah Batin.

“Salah satu yang kami syukuri buku Ziarah Batin yang sudah berusia 25 tahun, berisi renungan harian singkat yang bisa dibaca keluarga. Selamat menjadi keluarga berhikmat sesuai Kitab Suci, sesuai Firman Tuhan,” ungkap Direktur Penerbit dan Toko Rohani OBOR Romo F. X. Sutanto.

Hadir sebagai pembicara dalam talkshow ini Wakil Provinsial MSC Romo Agustinus Handoko MSC dan Sekretaris Komisi Keluarga KWI Romo Hibertus Hartono MSF. Sementara moderator talkshow adalah Dr. Dian Budiargo.

Melalui talkshow ini diharapkan kita mengetahui cara menjadi keluarga Katolik berhikmat seperti kata Kitab Suci atau Alkitab.

Cara Keluarga Katolik Memperoleh Hikmat

Romo Agustinus Handoko MSC
Foto: Romo Handoko MSC (katolikpedia.id)

Menurut Romo Handoko, menjadi keluarga berhikmat tak bisa lepas dari Yesus sendiri. Ajakan berhikmat adalah ajakan untuk menjadi bijak dan suci seperti Allah yang suci dan sempurna.

“Kita diajak untuk seperti Allah, menampakkan wajah Allah setiap hari,” tandasnya. Ini misalnya dengan saling menyapa dan tersenyum.

Bagaimana cara kita menjadi keluarga Katolik berhikmat? Romo Handoko mengatakan ada 4 pilar yang harus dihidupi:

# Kitab Suci atau Alkitab

Kita mengenal karakter Allah dari Alkitab. Keluarga Kudus Nazareth menjadi teladan yang hidupnya berdasarkan Kitab Suci.

Sebagai orang Kristen, keluarga kristiani, kita harus membaca Alkitab untuk mengenal Allah. Tak sekadar membaca Alkitab, tapi kita juga harus menghidupi sehingga kita berhikmat misal mau mengampuni anggota keluarga yang lain.

# Nasihat Orang Bijak

Nasihat yang dimaksud dari santo-santa atau orang kudus atau juga orang bijak lainnya yang menghayati nilai-nilai Injili. Keluarga Katolik bisa menjadi keluarga berhikmat dengan menghidupi dan melaksanakan nilai-nilai Alkitab dalam praktik hidup hariannya.

cara menjadi keluarga katolik berhikmat
Foto: Romo F.X. Sutanto bersama perwakilan Seksi KKS Cilandak, pembicara, dan moderator (katolikpedia.id)

# Orangtua

Cara menjadi keluarga Katolik berhikmat yang lain dengan menghormati orangtua. Seperti perintah Allah keempat dalam sepuluh perintah Allah, “Hormatilah ibu bapamu”.

“Keluarga menjadi tempat anak belajar berhikmat. Kita bisa meneladani Keluarga Kudus Nazareth. Maria mengajarkan kepekaan kepada Yesus, dengan mengunjungi Elisabeth yang sedang mengandung. Keluarga Anda beriman, pastilah anggota keluarga peka satu sama lain,” ujar Romo Handoko.

# Kritikan Orang lain

Orang itu berhikmat bila bisa menerima kritik orang di sekitar. Suami berhikmat kalau bisa menerima kritik istri dan mendengarkan istrinya atau sebaliknya. Demikian juga sebagai orangtua terhadap anaknya.

Romo Handoko menandaskan, semakin membaca Alkitab, kita menjadi semakin manusiawi. “Gereja harus menjadi seperti rumah sakit di medan perang, seperti kata Paus Fransiskus. Keluarga Anda welcome nggak dengan semua anggota keluarga? Apakah keluarga bisa menjadi rumah sakit di medan perang?”

Keluarga: Gereja Rumah Tangga

Sementara Romo Hartono mengungkapkan bahwa keluarga adalah Gereja kecil, Gereja rumah tangga. “Gereja dibentuk oleh keluarga. Melihat Gereja baik atau tidak ya lihat kehidupan keluarga. Tunjukkan jati diri Anda, pantulkan keluarga yang baik dalam kehidupan harian.”

Keluarga, kata Romo Hartono, juga menjalankan fungsi Gereja, Ecclesia Domestica: liturgia, kerygma, koinonia, diakonia. Yang semua itu dilakukan dengan semangat martyria.

Romo Hibertus Hartono MSF
Foto: Romo Hartono MSF (katolikpedia.id)

Ini nampak dengan doa bersama, ada kebersamaan atau persekutuan misalnya makan bersama, rekreasi bersama, saling melayani dan mengasihi yang dilakukan dengan tanpa pamrih dan semangat berkorban.

Dalam kaitan dengan kehidupan bernegara, menurut Romo Hartono, keluarga harus mengajarkan kepada anak-anak bagaimana menerima perbedaan.

“Nilai-nilai toleransi dan dialog mulai dalam hal-hal kecil di keluarga mesti diperjuangkan. Perbedaan mesti diajarkan dalam keluarga,” tandasnya.

Selain itu, keluarga diharapkan bisa mengajarkan bagaimana hidup bertetangga dan bekerja sama dengan orang lain. Juga bagaimana keluarga bisa menyuarakan kebenaran yakni memerangi hoax.

Demikianlah cara menjadi keluarga Katolik berhikmat seperti kata Alkitab. Semoga di Tahun Berhikmat ini, keluarga Katolik bisa semakin berhikmat dan bijaksana.

Tonton video acara Misa Syukur 70 Tahun Obor, 40 tahun Obor berada di bawah naungan KWIdan 25 tahun buku Ziarah Batin di sini!

Artikel Terkait:

Mengapa Orang Katolik Mendoakan Arwah Setiap 2 November?

Steve Elu

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Favorit di Keuskupan Atambua

Edeltrudizh

Luput dari Aborsi dan Jadi Imam, Sepasang Kembar ini Beri Kesaksian Iman Luar Biasa

Edeltrudizh

2 comments

Avatar
Mohhon update September 23, 2019 at 9:09 am

Mohon update new info for me

Reply
Admin
Admin September 23, 2019 at 11:25 am

Maksudnya udpate info apa ya?

Reply

Leave a Comment