Katolikpedia.id

Mgr. Riana Prapdi : Hai OMK, Kristus Tidak Pernah Meninggalkanmu

mgr-pius-riana-prapdi-christus-vivit

Katolikpedia.id – Mengawali bulan Februari 2020, Komisi Kepemudaan Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) mengadakan seminar khusus bagi Orang Muda Katolik (OMK) se-Jabodetabek, (Sabtu, 1/02/2019).

Seminar atau lebih tepatnya talkshow ini mengusung tema, “Christus Vivit : Orang Muda Pemeran Utama”. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Christus Vivit ini artinya, ‘Kristus Hidup’.

Ini merupakan sebuah dokumen berisi seruan khusus dari Paus Fransiskus untuk seluruh Orang Muda Katolik dari kalangan apa pun dan di manapun. Secara sederhana, Christus Vivit bisa diartikan sebagai surat cinta dari Paus Fransiskus untuk Orang Muda Katolik.

dokumen-christus-vivit-kristus-hidup
(Foto : Katolikpedia.id)

Nah, talkshow ini adalah bentuk terapan dari dokumen Christus Vivit di tengah kehidupan orang muda. Jadi, tema yang diusung pun sama dengan nama dokumen yang dikirim Paus Fransiskus untuk Orang Muda Katolik, Christus Vivit.

Acara yang berlangsung di Gedung Tempo, lantai 8 itu diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh RD. Antonius Harryanto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan (Komkep) KWI.

Romo Antonius Harryanto
(Foto : Katolikpedia.id)

Usai sesi doa bersama, acara talkshow pun langsung dimulai. Priska Baru Segu, selaku narator, menghangatkan suasana pagi itu dengan canda khasnya sebagai seorang stand up comedian. Jadilah suasana talkshow hari itu terkesan santai, ramai, tapi sangat menyenangkan.

priska-baru-segu
(Foto : Katolikpedia.id)

Komisi Kepemudaan KWI secara khusus menghadirkan Mgr. Pius Riana Prapdi sebagai narasumber utama. Ia adalah Ketua Komisi Kepemudaan KWI.

Selain Bapa Uskup Riana, hadir juga dua narasumber lainnya yang datang dari kalangan orang muda. Mereka adalah Dominique Nicky Fahrizal dan Gloria Fransisca Katharina Lawi.

Acara yang dikemas dalam suasana santai itu semakin cair saat peserta disapa Mgr. Riana. Dengan semangat mudanya, Uskup asal Yogyakarta ini mulai mengawali acara bincang-bincang dengan pesan-pesan yang inspiratif.

Tim Katolikpedia.id yang juga ikut ambil bagian dalam acara itu, berhasil merangkum beberapa pesan positif yang dibagikan Mgr. Riana untuk orang muda.

Pesan-pesan ini sangat inspiratif dan menguatkan. Jadi, bagi kamu orang muda yang mungkin saat ini sedang membutuhkan penguatan, kamu perlu merenungkan pesan-pesan ini.

# Orang muda adalah buah cinta dari Allah

Pertama kali menyapa peserta, Mgr Riana langsung mengawalinya dengan pesan cinta yang benar-benar menyentuh hati para peserta.

“Christus Vivit artinya Kristus hidup; Kristus menginginkan orang-orang muda hidup. Hidup bukan hanya hidup, tapi hidup dalam kelimpahan kasih; hidup dalam kelimpahan cinta, dan karena begitu besar cinta-Nya, Allah tidak pernah kehabisan cara untuk mencari orang muda” ujar Mgr. Riana disambut sorakan peserta dan tepuk tangan meriah.

“Maka teman-teman bersukacitalah! Karena Kristus yang hidup itu ada di antara kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia terus-menerus mencari dan tidak menunggu kita untuk sempurna. Kita diajak-Nya untuk berjalan bersama,” lanjutnya.

Mewakili Paus Fransiskus, Mgr. Riana menekankan bahwa kehadiran Christus Vivit ini atas dasar cinta. Ya, cinta yang besar dari Paus Fransiskus untuk seluruh orang muda.

Bapa Suci ingin agar orang muda sadar bahwa seburuk apapun hidup yang tengah dijalani, masih ada Allah yang bersedia mencari, lalu merangkul, tanpa peduli seberapa sering orang muda menjauh dari-Nya.

“Allah yang hidup, Allah yang hadir dalam diri Kristus, juga Allah yang hadir dalam Gereja, tidak pernah kehabisan cara untuk mencari kita, mengajak kita berjalan bersama, menuju ke pelabuhan cinta.”

“Paus membuat surat cinta ini karena ia melihat bahwa banyak orang muda yang kadang terseok-seok dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya. Dan kadang kala orangtua, pelayan gereja, pejabat atau orang-orang terdekat, tidak mengerti dengan situasi ini,” ujar Bapa Uskup.

Di depan peserta talkshow, Mgr. Riana kembali mengingatkan bahwa kehadiran orang muda di dunia ini sangat berarti.

“Orang muda adalah buah cinta dari Allah. Jika dilihat dari sejarah keselamatan, Allah tidak pernah bekerja sendiri. Allah selalu mengajak serta orang muda, dan Allah tidak pernah membiarkan manusia bahkan dunia, untuk jatuh ke dalam dosa dan berlumpur dengan segala kenistaannya,” lanjut Uskup Keuskupan Ketapang ini.

# Orang muda jangan terpuruk karena masalah

Uskup kelahiran Papua ini juga tak lupa untuk mengingatkan kepada peserta untuk memaknai inti dari acara talkshow yang diselenggarakan Komkep KWI ini.

Dimana salah satu tujuan utamanya adalah memberi kekuatan kepada orang muda jaman now yang tengah berada dalam situasi dilema atau sedang dikelilingi pergulatan hidup berat. Bapa Uskup ingin agar orang muda tidak pantang menyerah, meski diterjang badai masalah.

uskup-ketapang-mgr-pius-riana-prapdi
(Foto : Katolikpedia.id)

“Orang muda bukan tipe orang yang terpuruk dan suka larut dalam masalah. Dalam Gereja Katolik, orang muda adalah mata rantai kehidupan.”

“Maka orang muda harus menjadi pribadi yang kuat, mau berubah, selalu siap sedia mendayung sampan kehidupan, dan tampil sebagai penunjuk jalan bagi orangtua, karena itu adalah bagian dari jawaban atas cinta Allah,” tegasnya.

# Orang Muda jangan menyerah pada pergumulan hidup

Gloria Fransisca Katarina Lawi juga turut berbagi pengalamannya sebagai orang muda Katolik. Dia yang saat ini berprofesi sebagai wartawan, berbagi persoalan yang sering ia temukan di dunia jurnalis.

Gloria, begitu ia disapa, menyadari bahwa pekerjaan yang digelutinya saat ini tidak lepas dari iman Katolik yang sudah dikantonginya sejak kecil dari keluarga.

Sambil mengenang masa lalunya, jurnalis Bisnis Indonesia ini berbagi cerita kalau dulu, saat masih dalam proses belajar, ia banyak mendapat support dari para wartawan Katolik yang bergabung dalam Komunitas Penulis Muda Katolik. Komunitas ini juga dibentuk oleh Komisi Kepemudaan KWI.

Secara tidak langsung, Gloria ingin mengajak orang muda agar tidak menjauh dari Gereja dan ikut aktif dalam berbagai event yang ada di lingkungan Gereja Katolik. Bahwa ada begitu banyak sosok penting dalam Gereja Katolik yang patut dijadikan contoh dan inspirasi hidup.

Lalu, apakah menjadi jurnalis tidak ada tantangannya? Tentu saja ada. Sama seperti orang muda lainnya, Gloria juga mengalami berbagai macam pergumulan sepanjang karirnya. Banyak sekali tekanan yang harus ia hadapi.

Gloria Fransisca Katarina Lawi
(Foto : Katolikpedia.id)

“Seperti yang digambarkan dalam Christus Vivit, sering kali saya menemukan beberapa teman jurnalis muda yang kehilangan energi dan menyerah. Dan saya pun sama, terkadang ingin menyerah, ” ujarnya.

Perasaan menyerah itu bisa menyerang siapa saja. Tapi, menurut Gloria, orang muda tak perlu memilih jalan itu. Ia justru melihat berbagai bentuk pergumulan dalam karirnya itu sebagai bagian dari kehadiran Tuhan.  

Baginya, pergumulan itu perlu dihadapi dengan memanfaatkan dukungan dari orang-orang terdekat yang ia sebut sebagai, “support System” utama.

“Tapi saya memilih untuk tetap teguh, karena saya yakin, kalau saya memiliki sahabat seperjalanan, keluarga, teman kerja, itu akan memudahkan saya untuk tetap bertahan, ” katanya.

Baca Juga : Hai OMK, Manfaatkan Potensimu, Beranilah Melangkah dan Yakinlah kepada Tuhan

# Orang muda butuh teman ngobrol

Senada dengan Gloria Fransisca, Dominique Nicky Fahrizal juga membagikan tips buat para OMK. Menurut peneliti muda ini, di saat suasana suntuk kita butuh teman atau sahabat untuk ngobrol.

Terkadang kita mungkin hanya butuh waktu sejenak untuk sekedar berbagi cerita dan sharing pengalaman. Cermati hasil obrolan itu, dan mulailah untuk berefleksi, apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup.

 Dominique-Nicky-Fahrizal
(Foto : Katolikpedia.id)

“Terkadang kita melihat kalau duduk ngobrol itu memang tidak menghasilkan apa-apa. Tapi, justru dengan ngobrol itu kita bertatap muka, dan itu mencairkan suasana. Lalu, kita mulai menemukan apa yang kita inginkan,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

# Orang Muda harus belajar mengampuni

Tiba pada sesi pertanyaan, seorang peserta menanyakan, bagaimana cara agar bisa memaafkan atau mengampuni dengan tulus orang yang sudah menyakiti hati kita.

Menanggapi pertanyaan itu, Mgr. Pius Riana Prapdi terlebih dahulu mengajak peserta untuk memahami makna mengampuni dan melupakan. Menurutnya, dua hal ini sangat berbeda. Dan terkadang, sebagian orang muda salah dalam memahami makna dua kata ini.

“Mengampuni itu tidak sama dengan melupakan. Kamu tidak akan pernah melupakan orang yang melukai dan menyakiti hatimu. Mengampuni artinya menerima bahwa hatimu telah dilukai. Sembuhkan luka itu, dan tetap doakan dia yang menyakitimu, ” pesan Bapa Uskup.

Jadi, bagaimana orang muda Katolik, apakah kalian sudah mengampuni orang yang menyakiti hatimu? Jika belum, kamu bisa mencoba saran yang diberikan Bapa Gereja kita ini.

seminar-christus-vivit-kristus-hidup
(Foto : Katolikpedia.id)

Oh ya, sekedar info juga nih, Komkep KWI juga sudah merilis elearning khusus untuk orang muda Katolik. Ini merupakan bentuk pendampingan berbasis online yang disediakan Gereja kepada seluruh orang muda Katolik.

Teman-teman bisa mengunjungi websitenya di www.omklearning.net. Daftarkan diri kamu, dan belajarlah hal-hal baru di sana.

Artikel Terkait:

Semua Agama Mengajarkan Umatnya Hidup Rukun dan Damai

Fr Andreas Anggit W.

Tak Usah Dendam, Renungkan Ayat Kitab Suci Tentang Pengampunan Ini

Tiwie Pert

Resmi! Uskup Baru Keuskupan Ruteng Diumumkan: Mgr Siprianus Hormat

Admin

Leave a Comment