Katolikpedia.id

Mengapa Umat Katolik Percaya St Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa?

Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa Asal

Katolikpedia.id – Setiap 8 Desember, Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Raya St Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa. Tapi karena tahun ini perayaan ini bertepatan dengan Minggu Adven II, maka perayaan tersebut digeser ke tanggal 9 Desember 2019.

Tentu Gereja punya pengecualian tersendiri terhadap pergeseran ini. Sebab, baik Minggu Adven maupun Hari Raya St Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa merupakan hari raya yang sama-sama penting bagi Gereja Katolik.

Mengingat hari raya yang dilekatkan terhadap sosok Bunda Maria ini sangat penting, kita lantas bertanya mengapa Katolik begitu yakin bahwa St Perawan Maria memang dikandung tanpa dosa?

Setidaknya jawaban tersebut dapat kita temukan dalam 3 poin penting berikut ini.

1. Dogma Bunda Maria dikandung tidak bernoda

Pada 8 Desember 1854, Paus Pius IX mengumumkan Dogma Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Ineffabilis Deus), yang menyatakan bahwa Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa asal.

BACA: Mengapa Bunda Maria Dijuluki Ratu Rosario? Begini Ceritanya …

Bunyi dogma itu adalah “Dengan inspirasi Roh Kudus, untuk kemuliaan Allah Tritunggal, untuk penghormatan kepada Bunda Perawan Maria, untuk meninggikan iman Katolik dan kelanjutan agama Katolik, dengan kuasa dari Yesus Kristus Tuhan kita, dan Rasul Petrus dan Paulus, dan dengan kuasa kami sendiri: “Kami menyatakan, mengumumkan dan mendefinisikan bahwa doktrin yang mengajarkan bahwa Bunda Maria yang terberkati, seketika pada saat pertama ia terbentuk sebagai janin, oleh rahmat yang istimewa dan satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Besar, oleh karena jasa-jasa Kristus Penyelamat manusia, dibebaskan dari semua noda dosa asal, adalah doktrin yang dinyatakan oleh Tuhan dan karenanya harus diimani dengan teguh dan terus-menerus oleh semua umat beriman.”

2. Ajaran Bapa Gereja

Jauh sebelum akhirnya dogma ini ditetapkan, ajaran tentang Maria dikandung tanpa noda dosa sudah dirintis dirintis oleh Paus Sixtus IV pada abad ke-15, yang diteruskan sampai ke zaman Paus Pius IX pada abad ke -19.

Dan sebelum itu pula ajaran tentang ini merupakan hal yang diyakini oleh Gereja sejak abad awal, seperti dinyatakan oleh Santo Ephraem pada abad ke-4, yang berbunyi, “Sungguh Engkau, Tuhan, dan Bunda-Mu adalah hanya satu-satunya yang cantik sempurna di dalam segala hal; sebab, Tuhan, tidak ada noda di dalam-Mu dan juga tidak ada noda apapun di dalam BundaMu…”

3. Pernyataan dari Bunda Maria sendiri

Empat tahun setelah pengajaran yang diberikan oleh Paus Pius IX, Bunda Maria menampakkan diri di Lourdes, Perancis pada tahun 1858. Penampakan Bunda Maria di Lourdes (di grotto Massabielle) terjadi selama 18 kali kepada Bernadette Soubirous, seorang gadis desa yang yang waktu itu berumur 14 tahun.

Penampakan Bunda Maria di Lourdes ini sudah diakui oleh Gereja Katolik sebagai penampakan yang otentik. Dalam penampakan itu (penampakan ke- 16), Bunda Maria menyatakan dirinya sebagai “Perawan yang dikandung tanpa noda dosa”/ the Immaculate Conception kepada Bernadette.

Maka Hari Raya St Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa tersebut merupakan sebuah hari raya yang sangat penting bagi kita sebagai umat Katolik. Berdoalah agar rahmat penampakan Bunda Maria selalu menyertai kita.

Disadur dari katolikistas.org

Artikel Terkait:

Novena Kepada St Kayetanus, Doakan Saat Kamu Sedang Mencari Pekerjaan

Tiwie Pert

Puji Tuhan! Mukjizat yang Mengantar Kardinal Henry Newman Jadi Santo, Terjadi Di Kamar Mandi

Steve Elu

Rencananya, Paus Fransiskus Akan Datang Ke Indonesia Tahun Ini

Admin

Leave a Comment