Katolikpedia.id

Keren! Film Baru Jim Caviezel, Sound of Freedom Direstui Paus Fransiskus

film-baru-jim-caviezel

Katolikpedia.id – Jim Caviezel kembali menyapa para penggemarnya lewat film, “Sound of Freedom.” Ini merupakan salah satu dari sejumlah film baru Jim Caviezel yang rilis tahun 2020 ini.

Selain Jim Caviezel, Sound of Freedom, juga dibintangi oleh Eduardo Verastegui. Ia adalah aktor asal Meksiko yang juga berprofesi sebagai seorang produser.

Film baru Jim Caviezel ini sedikit berbeda dari film The Passion of The Christ. Masalah human trafficking adalah topik utama yang dikupas dalam film tersebut.

Sejak dahulu, kasus human trafficking memang meresahkan. Bahkan sudah mengakar di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Dirilis dari liputan6.com Indonesia tergolong negara dengan kasus humman trafficking tertinggi.

Setiap tahun, jumlah korban perdagangan manusia semakin meningkat. Anak-anak adalah salah satu incaran paling laris yang dibidik para pelaku kejahatan.

Karena itulah, Jim Caviezel, Eduardo Verastegui dan rekan-rekannya, ingin menyoroti tindakan kejahatan tersebut, khususnya yang menimpa anak-anak dan remaja.

Berikut ini tim Katolikpedia sajikan 4 poin penting di balik film baru Jim Caviezel ini:

Baca Juga: Ini Deretan Aktor Pemeran Tokoh Yesus. Ada Juga yang Muslim

#Perdagangan manusia adalah tindakan yang keji  

Aktor sekaligus produser film Sound of Freedom, Eduardo Verastegui, menuturkan bahwa film garapannya ini diangkat dari rentetan kisah nyata perdagangan manusia yang terjadi di belahan dunia mana pun.

Upaya pemberatasan transaksi jual beli manusia ini sudah lama diupayakan, tapi sayang tak pernah berhasil. Pelaku kejahatan manusia masih merajalela di mana-mana, dan angka human trafficking terus melambung.

Di Meksiko, negara asal  Eduardo Verastegui, juga masuk dalam kategori negara dengan kasus human trafficking tertinggi.

Salah satu kasus di Meksiko yang menyita perhatian dunia, adalah perdagangan seorang gadis 12 tahun ke sebuah tempat prostitusi. Sadisnya, gadis tersebut mengaku diperkosa lebih dari 43.000 kali oleh pria berhidung belang.

Geram dengan kasus-kasus tersebut, aktor yang dikenal sangat religius ini berusaha keras untuk mengangkat kejinya dunia perdagangan manusia ke layar lebar. Ia ingin para penindas HAM sadar bahwa martabat manusia tidak bisa disamakan dengan apapun.

 “Sound of Freedom merupakan kisah nyata yang menegangkan dan memilukan. Film ini menyoroti betapa suramnya perdagangan seks anak, ”kata Eduardo Verastegui, seperti dilansir aleteia.org

Lewat film Sound of Freedom, Jim Caviezel juga menyematkan kritikan pedasnya kepada dunia. Menurutnya, apalah arti dunia semakin maju dalam perkembangan teknologi tapi lupa dan tak sadar, bahwa di luar sana masih banyak anak-anak yang diculik dan dipaksa menjadi pekerja seks.

film-baru-jim-caviezel
(Foto: @soundoffreedommovie)

“Ini adalah jaringan kejahatan internasional dengan perkembangan tercepat di dunia yang pernah ada. Kasus ini sudah melewati perdagangan senjata ilegal, dan akan melampaui kasus narkoba … Lebih dari dua juta anak setiap tahun harus dilemparkan ke liang neraka yang paling sadis … Bagaimana, jika salah satu dari korban itu adalah putri Anda? ” ujar Jim Caviezel.

#Perdagangan anak adalah kejahatan terhadap Tuhan dan kemanusiaan

Tak sendiri, Jim Caviezel dan Eduardo Verastegui bersama tim pembuat film Sound of Freedom lainnya, Mira Sorvino, Bill Camp, Ali Landry, sang sutradara, Alejandro Manteverde, menegaskan bahwa bisnis perdagangan manusia adalah sebuah kejahatan terhadap Tuhan.

“Ini adalah kejahatan terhadap Tuhan dan kemanusiaan, dan kejahatan ini hanya akan berakhir jika kita bersuara untuk memerangi perdagangan anak dan orang dewasa.”

Suatu apresiasi yang besar patut diberikan untuk si sutradara, para aktor dan rekan-rekannya. Karena seperti yang kita tahu, memerangi human trafficking bukan hal mudah.

Banyak ancaman yang harus diterima oleh mereka yang berjuang demi hak hidup korban, yang sudah dianggap seperti budak.

#Kesaksian iman Jim Caviezel dan Eduardo Verastegui

Seperti yang dilakukan dalam film The Passion of The Christ, aktivitas syuting Jim Caviezel selalu dibarengi dengan doa. Setiap hari, aktor 51 tahun ini rutin menghadiri Misa selama proses syuting film Sound of Freedom berlangsung.

Aktivitas serupa juga dilakukan rekannya, Verástegui dengan rutin mendaraskan  doa Rosario. Verástegui bahkan secara terbuka mengajak 538.000 lebih pengikut akun instagramnya, untuk berdoa Rosario bersama secara khusus guna mengakhiri aksi kejahatan penculikan dan pelecehan anak.

Harapannya, lewat doa dan karya-karya mereka sebagai publik figur, mampu menyentuh hati para pelaku kejahatan untuk sadar dan insaf dari tindakan bejat mereka.

“Semoga Sound of Freedom menjangkau banyak hati dan bisa mengubah hati mereka untuk menghentikan tindakan kejahatan, karena jika kita percaya, Iman sekecil biji sesawi pun mampu memindahkan gunung dan memberi harapan”

film-baru-jim-caviezel
(Foto: Katolikpedia.id)

#Mendapat restu dari Paus Fransiskus

Sebelum menjalankan proses syuting, Verástegui  mewakili kru lainnya menemui Paus Fransiskus. Secara khusus, ia meminta Bapa Suci untuk memberkati projek tersebut sehingga dapat membantu menghentikan tindakan perbudakan ini.

Tentu saja, kedatangan sang aktor disambut hangat Sri Paus, karena selama ini Paus juga merupakan salah satu pemimpin negara yang vokal mengutuk pelaku human trafficking.

film-baru-jim-caviezel
(Foto: @eduardoverastegui)

Baginya, human trafficking bukan sekedar kejahatan biasa, tapi sebuah tindakan menyangkal martabat manusia.

“Perdagangan manusia adalah ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ karena menyangkal martabat manusia dan melihat korban hanya sebagai barang dagangan yang akan digunakan untuk memperkaya atau memberikan kesenangan kepada orang lain.”

sumber: aleteia.org, ncronline.org

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Ini 5 Patung Yesus di Sulawesi. Salah Satunya Tertinggi di Seantero Dunia

Admin

Paus Fransiskus : Saat Hidupmu Terasa Berat, Pergilah ke Bunda Maria

Steve Elu

Paus Fransiskus : Cinta Allah itu Tulus, Tak Bersyarat dan Tanpa Negosiasi

Edeltrudizh

Leave a Comment