Katolikpedia.id

Gereja Harus Kekinian agar Dapat Berdamai dengan Pandemi

gereja-dan-pandemi

Katolikpedia.id – Sudah berbulan-bulan kita dihadapkan dengan pandemi COVID-19. “Apa yang harus kita lakukan? Gereja ditutup untuk umum,” Pertanyaan ini mungkin sudah menghantui kita selama masa pandemi COVID-19.

Banyak kegiatan yang harus beradaptasi. Sekolah dari rumah. Kerja dari rumah. Tak tertinggal, Gereja juga harus bertransformasi menjadi ‘gaul’.

Tak sedikit orang yang bingung, “Bagaimana mungkin kita dapat menghadiri misa dari rumah?”. Mungkin hal tersebut tidak terlalu membingungkan bagi ‘warga kekinian’, tetapi bagaimana dengan kaum lansia yang minim menggunakan gawai? Bagaimana dengan kaum yang memiliki keterbatasan ekonomi?

Pandemi Covid-19 Di Gereja

Sejak Pandemi COVID-19, banyak Gereja memutuskan menghentikan misa sementara. Wilayah Keuskupan Surabaya, misalnya. Sejak rapat dengan Gubernur Jawa Timur, Keuskupan Surabaya memutuskan untuk menghentikan misa demi membantu menghentikan penyebaran COVID-19.

pandemi-dan-gereja
(Foto: Katolikpedia.id)

Hal tersebut juga terjadi di beberapa wilayah lain. Sebagai solusi mendesak, kegiatan kerohanian daring banyak digaungkan oleh Gereja. Harapannya, Umat Katolik tetap mendapatkan siraman rohani, walaupun secara virtual.

Masalah Misa Daring

Baca Juga: Daraskan Doa Rosario di Sebuah Sudut RS, Kisah Dokter Ini Viral

Bagi umat Katolik umumnya mungkin permasalahannya adalah Ekaristi. Jika kita mengikuti misa secara daring, sudah pasti kita tidak dapat menerima komuni secara fisik.

Untuk itu, kita diharapkan untuk dapat memantapkan hati dan menerima komuni secara spiritual, menanamkan Ekaristi dalam batin diri sendiri. Namun, kebanyakan dari kita merasa kurang ‘pas’ atau kurang merasakan ‘misa’ dengan hal tersebut.

Bagi kaum gagap teknologi atau lansia, mungkin permasalahannya adalah, cara menjalankan misa daring menggunakan gawai / laptop. Mereka kesulitan, bagaimana menjalankan perangkat elektronik untuk dapat mengikuti misa.

Terakhir, tidak semua orang mampu membeli kuota untuk dapat mengikuti misa secara daring, mengingat mengakses video di internet apalagi secara live dapat menghabiskan kuota internet yang tidak sedikit.

Uang yang mereka dapatkan mungkin saja hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, lantas bagaimana jika mereka ingin mengikuti misa?

Solusi

Berdamai dengan COVID-19. Sebagai orang Katolik kita harus mengimani Ekaristi secara spiritual sendiri. Walaupun kita tidak menerima Tubuh Kristus secara fisik, setidaknya, kita dapat menerimanya dalam iman, dalam hati kita. Kita harus segera beradaptasi dan menerima pandemi ini sebagai ‘teman’.

Untuk kaum gagap teknologi, kiranya diberikan pintasan ‘sekali klik’ atau ikon untuk langsung dapat masuk ke portal misa daring.

Jika tidak, mungkin menu atau aplikasi dalam layar dipindahkan ke tempat yang paling strategis dan mudah terlihat agar mereka tahu di bagian mana mereka harus mencari.

Sekiranya hal tersebut dapat memudahkan mereka. ‘Warga kekinian’ juga harus mau membantu, melakukan penyuluhan kepada mereka tentang cara mengoperasikan gawai.

Untuk hambatan membeli kuota, mungkin pihak lingkungan sendiri bisa memberikan sebuah ‘kuota gratis’ bagi mereka, dapat berupa kartu baru ataupun layanan paket seperti unlimited atau paket khusus.

Jika salah satu warga lingkungan memliki wifi, mereka juga dapat dipersilahkan ‘nebeng’ atau bahkan misa bersama.

Baca Juga: 4 Fakta ini Wajib Kamu Ketahui Sebelum Nonton Film Fatima 2020

Gereja dituntut ‘gaul’ menghadapi pandemi ini, kita sebagai umat katolik, khususnya ‘warga kekinian’ harus lebih adaptif, mempelajari kebiasaan baru, menyamankan diri dengan kegiatan kerohanian daring, khususnya misa.

Kita juga diajarkan untuk lebih peka dan saling menolong sesama. Jika semua mampu mengikuti misa, bukankah itu juga menjadi kebahagiaan bagi kita?

Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu kembali dan melaksanakan Ekaristi secara langsung.

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Untuk Kamu yang Kecanduan Gadget, Atasi dengan Doa Singkat Ini!

Admin

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Favorit di Keuskupan Atambua

Edeltrudizh

Gua Maria Kaliori, Tempat Ziarah Katolik Terkenal di Purwokerto-Jawa Tengah

Tiwie Pert

Leave a Comment