Katolikpedia.id

Kamila Harris Melawan Patriarki dan Pandangan Romo Benny dalam Menghadapi Permasalahan Patriarki

kamala-harris

Katolikpedia.id – Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan dalam peran kepemimpinan politik atau segala aspek lainnya.

Patriarki secara tidak langsung membatasi ruang gerak perempuan. Budaya ini membuat perempuan mendapatkan perlakuan tak adil. Padahal, kita sama-sama diciptakan Tuhan.

Artinya, harkat dan martabat seorang perempuan sama dengan laki-laki. Bukan hanya laki-laki yang bisa meraih tangga kesuksesan untuk menjadi seorang pemimpin. Perempuan juga punya kemampuan untuk memimpin.

MOHON DUKUNGAN:

Di dunia, sudah banyak kisah-kisah perempuan hebat yang sering kita dengar. Salah satu cerita yang masih hangat di kuping kita adalah kisah tentang wakil presiden AS yang baru terpilih.

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden Amerika Serikat dilaksanakan pada Selasa, 3 November 2020.

Ini merupakan Pemilihan umum Presiden AS empat tahunan, yang ke-59. Presiden dan wakil presiden terpilih akan mulai menjabat pada 20 Januari 2021.

Joe Biden yang berasal dari partai demokrat dengan pendamping Kamala Harris, memenangkan pemilihan umum tersebut dengan suara elektoral 290 dan memiliki presentase 50.8% mengalahkan Donald Trump dan Mike Pence.

Kamala Devi Harris, lahir pada 20 Oktober 1964 di Oakland, California, AS. Ia merupakan wanita kulit hitam keturunan India pertama yang dipilih oleh partai besar di Amerika Serikat.

Kamala Harris juga merupakan wanita pertama yang menduduki kursi jabatan wakil presiden sepanjang sejarah kepemimpinan Amerika Serikat.

Sebelumnya Kamala Harris menjabat sebagai senator Amerika Serikat dari California, Jaksa agung California ke-32, dan Jaksa distrik San Fransisco ke-27.

Terpilihnya Kamala Harris sebagai wakil presiden, membuka harapan bagi kaum wanita untuk tidak pernah berhenti bermimpi untuk menjadi seorang pemimpin.

Baca Juga: Terinspirasi dari Bunda Teresa, Ibu Ini Selamatkan Ribuan Gadis Korban Human Trafficking

Jabatan Kamala Haris sebagai wakil presiden, merupakan kursi tertinggi kedua yang ada dalam pemerintahan AS.

Mulai 20 Januari 2021, Kamala Harris akan menjadi orang penting nomor dua di Negeri Paman Sam itu.

Melihat latar belakang Kamala Harris yang berasal dari ras kulit hitam dan merupakan keturunan India ini bisa mendefinisikan multikultalisme Negara AS.

Mengutip dari ajaran Romo Antonius Benny Susetyo, atau yang kerap dikenal Romo Benny, dalam membangun silahturami dan menghindari terjadinya permasalahan di tengah masyarakat, kita sebagai umat Katolik diajarkan untuk berhenti membeda-bedakan suku, ras, agama, dan gender.

romo-Benny-Susetyo
(Foto: Hidupkatolik.com)

Budaya patriarki sesegera mungkin harus dihilangkan karena kita sebagai manusia derajatnya adalah sama. Kita diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah.

Di Indonesia sendiri kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila untuk menyelesaikan permasalahan hirark ini.

Gender dan segala hal lainnya bukan merupakan penghalang dan sekat dalam menjalankan tugas kita sebagai warga negara Indonesia.

Sebagai rakyat kita juga harus bersatu untuk menjaga keutuhan NKRI. Intinya, sebagai masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan budaya, kita harus saling menghargai perbedaan dan menghapus sistem gender dalam keseharian kita.

Artikel ini ditulis oleh Eduardus Robert, Mahasiswa semester satu Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Jadwal Misa Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Paroki-paroki di Jakarta Timur dan Bekasi

Admin

Tersentuh! Pria ini Ungkap Kisahnya Saat Disembuhkan Padre Pio

Admin

Semua Agama Mengajarkan Umatnya Hidup Rukun dan Damai

Fr Andreas Anggit W.

Leave a Comment