Katolikpedia.id

Media Online Gereja Katolik Indonesia

Kanonisasi-Carlo-Acutis
Berita Santo-Santa

Puji Tuhan! Paus Leo XIV Rilis Tanggal Kanonisasi Carlo Acutis!

Katolikpedia.id – Paus Leo XIV menyelenggarakan konsistori bersama para Kardinal untuk pertama kalinya pada Jumat 13 Juni 2025. Dalam konsistori ini Bapa Suci memberikan persetujuan resmi untuk kanonisasi 8 Beato.

Dari 8 beato tersebut, Paus Leo XIV menetapkan bahwa Beato Carlo Acutis dan Beato Pier Giorgio Frassati akan dikanonisasi secara bersama pada tanggal 7 September 2025.

Carlo Acutis

Carlo Acutis merupakan santo milenial pertama sepanjang sejarah Gereja Katolik. Ia kerap dijuluki “Influencer Tuhan” karena kepiawaiannya dalam menggunakan internet untuk mewarta. Ia adalah remaja yang pandai dalam programming.

Dengan kemampuan ini dan iman Katolik yang kokoh, ia membangun website yang berisi kumpulan informasi seputar mukjizat Ekaristi yang terjadi dalam Gereja Katolik. Sayangnya, usia Carlo tidak panjang. Ia meninggal pada usia 15 tahun karena leukemia.

Paus Fransiskus mengumumkan kanonisasi Beato Carlo Acutis pada Audiensi Umum tanggal 20 November 2024 lalu. Pengumuman ini menuai tepuk tangan meriah dari kerumunan yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus.

Dalam pengumuman tersebut, Carlo Acutis dijadwalkan akan dikanonisai oleh Paus Fransiskus pada tanggal 27 April, Minggu Kedua Paskah, bertepatan dengan momen Yubelium Remaja. Namun sayang, momen penting ini harus tertunda karena Paus Fransiskus meninggal dunia.

Kanonisasi Beato Carlo Acutis akhirnya ditunda. Pengumuman penundaan diriliis tepat pada hari kematian Paus Fransiskus, 21 April 2025.

Lalu, siapakah Beato Pier Giorgio Frassati?

Pier Giorgio Michelangelo Frassati lahir di Turin, Italia pada tanggal 6 April 1901. Uniknya, Pier Giorgio bukan berasal dari keluarga Katolik yang utuh.

Ayahnya bahkan seorang agnostik. Kedua orangtuanya pun tidak terlalu setuju dengan kehidupannya yang saleh. Namun, imannya sebagai seorang Katolik justru makin kokoh.

Kesalahpahaman orang tua ini, sangat menyakitkan baginya dan terus berlanjut hingga hari kematiannya yang tiba-tiba karena polio. Namun, Pier tetap menjalani situasi ini dengan sabar, dalam diam dan penuh kasih.

Pier Giorgio berdoa dan memanjatkan doa rosario setiap hari. Sering kali ayahnya menemukannya tertidur dengan posisi rosario masih terlingkar di tangannya.

Selain kehidupannya yang saleh, Frassati dikenal sebagai sosok yang dermawan. Dari segi kehidupan, ia berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun, alih-alih menikmati kekayaan dari orangtuanya, ia justru menggunakannya untuk melayani orang-orang miskin di Turin. Diduga ia tertular polio dari orang-orang yang ia layani di daerah kumuh.

Pier Giorgio meninggal pada tanggal 4 Juli 1925. Ketika berita kematian sampai ke orang-orang yang selama ini dilayani, ribuan orang berdatangan untuk mengucapkan terima kasih dan perpisahan terakhir.

Orangtua Frassati yang tidak tahu tentang kemurahan hati putra mereka, kaget bukan kepalang karena ribuan orang  berkerumun di luar rumah mereka hingga Misa pemakaman dan penguburan putra mereka.

Orang-orang miskin, yang kesepian dan mereka yang tersentuh oleh kasih dan teladan setia Pier Giorgio datang untuk memberi penghormatan kepada seorang anak muda yang berhati malaikat.

Jenazah Pier Giorgio ditemukan dalam keadaan utuh pada tahun 1981 dan dipindahkan dari makam keluarga di pemakaman Pollone ke Katedral Turin.

Pier Giorgio Frassati resmi dibeatifikasi pada 20 Mei 1990 oleh Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus. Saat mengenangnya dalam proses beatifikasi, Paus Yohanes Paulus II menjuluki Beato Pier Giorgio Frassati sebagai “manusia yang penuh dengan kebahagiaan”.

Beato Carlo Acutis dan Beato Pier Giorgio Frassati adalah dua pemuda dari era yang berbeda yang menjalani kehidupan sangat berbeda, tetapi yang tetap bersatu dalam cinta mereka yang besar kepada Kristus.

Sumber: aleteia.org, ewtn.com

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!