Katolikpedia.id

Mengenang Kobe Bryant dan Iman Katoliknya yang Sungguh Inspiratif

kesaksian-iman-Kobe-Bryant

Katolikpedia.id – Kepergian bintang bola basket, Kobe Bryant menghebohkan dunia. Legenda NBA (National Basketball Association) itu meninggal akibat kecelakaan helikopter di California Selatan, Minggu, 26 Januari 2020.

Kejadiaan naas ini tak hanya merenggut nyawa sang bintang, tapi juga putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna Maria Onore. Semasa hidupnya Kobe Bryant tak hanya dikenal sebagai sosok yang lihai di lapangan, tapi juga dikenal sebagai seorang atlet yang taat beragama.

Di luar kesehariannya sebagai seorang pebasket, Bryant adalah seorang ayah dan suami yang selalu mendekatkan keluarganya dengan Tuhan. Beberapa kali dia membagikan pengalaman iman Katoliknya itu kepada publik.

Kesaksian itu berisi pengalaman pahit dalam hidupnya, yang menurutnya sulit untuk menemui jalan keluar. Tentunya, kesaksian iman Kobe Bryant ini tak ada maksud untuk menyombongkan diri. Ia hanya berbagi cerita positif tentang kebaikan Tuhan yang sudah ia terima.

Kira-kira seperti apa kesaksian iman Kobe Bryant? Ini kisah selengkapnya….

#Penganut Katolik sejak kecil

Sejak kecil Bryant dibesarkan dalam keluarga Katolik. Hampir sebagian besar masa-masa indah sewaktu kecilnya ia habiskan di Italia.

18 April 2001, ia menikah dengan istrinya, Vanessa Laine Bryant di sebuah paroki di California Selatan. Bekal iman Katolik yang diperolehnya sejak kecil, ia terapkan pada keluarga kecilnya.

Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang atlet basket international, Bryant juga tak lupa mengajak keluarganya untuk menghadiri Misa hari Minggu di Gereja. Tidak hanya itu, ia juga sangat dekat dengan Uskup setempat dan pejabat gereja lainnya.

#Hampir dipenjara

Pada tahun 2003, kejadian tidak mengenakan menimpa hidup Bryant. Pria yang dijuluki sebagai salah satu pemain bola basket terbaik di dunia itu dituduh melakukan tindakan pemerkosaan kepada seorang pegawai hotel di Colorado. Karena kasus ini, ia ditangkap dan diamankan pihak berwajib.

Baca Juga : Ini Kesaksian Iman tentang Kekuatan Rosario dari Pebasket Filipina, Jeff Chan. Simak Ceritanya!

Bryant mengakui bahwa dirinya memang sempat punya hubungan dengan si pegawai itu, tapi semua itu atas kesepakatan bersama alias suka sama suka.

Pria 41 tahun itu mengakui kesalahannya karena memiliki hubungan khusus dengan si pegawai itu. Ia lalu meminta maaf kepada publik, tapi menurutnya ia tidak melakukan tindakan pemerkosaan atau pemaksaan fisik kepada lawan jenisnya itu. Polemik ini berbuntut panjang hingga ke ranah hukum dan hidupnya hampir saja berakhir di penjara.

#Karir di ujung tanduk

Sebagai public figure, kasus ini sudah pasti dilahap media. Pemberitaan miring tentang dirinya tersebar luas. Imbasnya, ia harus kehilangan banyak sponsor. Karirnya sebagai pebasket di kancah international berada di ujung tanduk.

kesaksian-iman-Kobe-Bryant
(Foto : pixabay.com)

Menurut Kobe Bryant, masa ini adalah masa yang penuh tantangan dalam kehidupan pribadinya, juga rumah tangganya. Ia merasa sangat ketakutan. Takut kehilangan keluarganya, takut dipenjara, dan takut karirnya tak mampu diselamatkan.

#Berserah kepada Tuhan

Dilansir dari catholicnewsagency.com, Bryant mengakui bahwa untuk melewati masa sulit itu, ia tak punya pertolongan lain selain berserah kepada Tuhan. Secara pribadi, ia mulai menata kembali imannya untuk menaruh kepercayaan yang “lebih dalam” kepada Tuhan.

“Satu hal yang sangat membantu saya selama proses itu adalah karena saya Katolik, saya tumbuh menjadi Katolik dan anak-anak saya Katolik”, ujar pria asal Amerika Serikat itu.

Selain itu, ia juga mulai mendekatkan diri dengan pastor dan mulai berkonsultasi tentang masalah yang tengah menimpanya itu.

Sang pastor yang tak disebutkan namanya itu memberikannya sebuah nasihat yang selalu melekat di hatinya, dan selalu ia ungkapkan kepada publik kala diundang untuk hadir dalam beberapa sesi wawancara.

“Itu sebenarnya agak lucu: Dia (Pastor) menatapku dan berkata, ‘Apakah kamu melakukannya?’ Dan aku berkata, ‘Tentu saja tidak.’ Lalu dia bertanya, Apakah kamu memiliki pengacara yang baik?’ Dan aku seperti , ‘Uh, yeah, pengacaraku sangat fenomenal.’

Jadi dia hanya berkata, ‘Iklaskan saja. Move on. Tuhan tidak akan memberimu cobaan yang tidak dapat kamu tangani, dan kejadian ini ada di tangan-Nya sekarang. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan. Jadi terimalah’” kenang Kobe Bryant.

#Hampir cerai

Kesaksian iman KobeBryant tak berhenti di sini saja. Beberapa waktu lalu, dia juga sempat berbagi cerita soal pergolakan dalam hidup berumah tangga bersama istrinya, Vanessa Laine Bryant.

Keputusannya pada tahun 2004 untuk menaruh kepercayaan yang lebih dalam kepada Tuhan tidak menjamin bahwa kehidupan bintang bola basket itu baik-baik saja tanpa ada kesulitan.

Pada 2011, istrinya, Vanessa Bryant mengajukan gugatan cerai atas dirinya, dengan alasan perbedaan pendapat yang tidak dapat dipersatukan lagi. Tetapi Bryant mengatakan, dia tidak ingin menyerah pada pernikahannya.

kobe-bryant-dan-istrinya-Vanessa-Laine-Bryant-
(Foto : @kobebryant)

“Saya tidak akan mengatakan pernikahan kami sempurna, dengan imajinasi apa pun,” ujar Bryant kepada GQ, sebuah majalah pria bulanan internasional, pada 2015 lalu.

“Kami juga sering bertengkar, sama seperti pasangan suami istri lainnya. Tapi tahukah kamu, reputasi saya sebagai seorang atlet adalah bahwa saya sangat bertekad, dan bahwa saya akan berusaha keras. Bagaimana bisa saya mampu melakukan itu dalam kehidupan profesional saya, sedangkan saya tidak bisa melakukan itu dalam kehidupan pribadi saya? Apalagi itu sangat berpengaruh pada anak-anak saya? Itu tidak masuk akal. ” lanjutnya.

Pria yang lahir pada 23 Agustus 1978 ini mengaku harus berjuang mati-matian untuk menyelamatkan pernikahannya. Dan berselang dua tahun, istrinya menarik kembali permohonan perceraiannya dan hubungan rumah tangga mereka kembali normal.

Baca Juga : Kesaksian Aktris India Christina Srinivasan saat Pindah Ke Agama Katolik

#Pribadi yang rendah hati dalam lingkungan Gereja Katolik

Pada postingan Uskup Timothy Freyer (Uskup auksilier California Selatan), di halaman facebook miliknya, ia menjelaskan dengan cukup detail siapa sosok Kobe Bryant dalam lingkungan Gereja Katolik.

kesaksian-iman-Kobe-Bryant
(Foto : @kobebryant)

Bryant adalah pribadi yang sangat rendah hati. Saat menghadiri Misa, ia selalu memilih tempat duduk di bagian belakang. Tujuanya, agar para umat yang hadir tidak sadar dan terusik akan kehadirannya yang adalah seorang public figure.

“Kobe adalah ikon yang menginspirasi kita melalui kata-kata dan tindakannya, untuk selalu bekerja keras dalam mencapai impian kita. Dia adalah seorang Katolik yang berkomitmen yang mencintai keluarganya dan mencintai imannya.

“Kobe sering menghadiri Misa dan duduk di deretan tempat duduk bagian belakang sehingga kehadirannya tidak akan mengalihkan perhatian orang dari fokus pada Kehadiran Kristus”, tulis Uskup Timothy Freyer, yang diakhiri dengan ajakan kepada umat Katolik untuk mendoakan jiwa sang atlet.

#Sempat ke Gereja sebelum meninggal

Dilansir dari Nypost.com, Kobe Bryant dan putrinya Gianna, sempat pergi ke gereja beberapa jam sebelum akhirnya meninggal bersama dengan tujuh orang lainnya, dalam kecelakaan tragis itu.

kobe-bryant-dan-anaknya-Gianna-Maria-Onore
(Foto : pixabay.com)

Keduanya menghadiri Misa pada Minggu pagi, pukul 07.00 waktu setempat di Gereja Katedral Bunda Maria Ratu para Malaikat di Pantai Newport.

Usai mengikuti Misa, sekitar pukul 09.00 pagi, Bryant dan Gianna menuju ke Bandara John Wayne di Santa Ana untuk menumpang helikopter. Kurang dari satu jam kemudian, dalam kondisi berkabut, helikopter itu jatuh di Calabasas, di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kita doakan jiwa Kobe Bryant dan puterinya, Gianna, semoga jiwa mereka damai di surge. Semoga kesaksian iman Kobe Bryant ini bisa jadi motivasi iman bagi semua umat Katolik.

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Di Sini Kamu Bisa Temukan Cerita Masa Kecil Kardinal Ignatius Suharyo Hingga Dia Jadi Uskup

Steve Elu

Doa Paus Fransiskus Saat Rosario Bersama, Menyentuh Hati Banyak Orang

Steve Elu

Kakak Kandung Paus Emeritus Benediktus XVI, Monsinyur Georg Ratzinger, Meninggal Dunia

Edeltrudizh

2 comments

Mengenang Adi Kurdi, Aktor Muslim yang Putuskan Jadi Katolik May 9, 2020 at 3:27 pm

[…] Baca Juga: Mengenang Kobe Bryant dan Iman Katoliknya yang Sungguh Inspiratif […]

Reply
Aktor Pierce Brosnan: Saya Kuat Karena Tuhan Yesus May 26, 2020 at 12:01 am

[…] Baca Juga: Mengenang Kobe Bryant dan Iman Katoliknya yang Sungguh Inspiratif […]

Reply

Leave a Comment