Mengapa Bunda Maria Dijuluki Ratu Rosario? Begini Ceritanya …

Katolikpedia.id – Setiap tanggal 7 Oktober, seperti hari ini, kita memperingati Hari St Perawan Maria, Ratu Rosario. Dalam kalender liturgi Gereja Katolik, perayaan ini termasuk dalam peringatan wajib.

Penjelasan tentang apa itu peringatan wajib dan bagaimana pelaksanaannya, Katolikpedia.id sudah pernah membahasnya dalam artikel ini: Apa Perbedaan Peringatan, Pesta, dan Hari Raya dalam Gereja Katolik?

Dalam tradisi dan ajaran Gereja Katolik, Bunda Maria memiliki banyak sekali julukan. Salah satunya adalah Ratu Rosario. Mengapa Gereja menjulukinya demikian?

Mari kita mengawalinya dengan memahami arti Rosario. Rosario berarti “Mahkota Mawar”. Adalah Bunda Maria sendiri yang menyatakannya ketika ia menampakan diri.

Dalam beberapa peristiwa penampakan yang sudah diakui oleh Gereja Katolik, Bunda Maria menjelaskan kepada orang yang menerima penampakan bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka memberinya sekuntum bawar yang indah.

Kalau mereka mendaraskan doa Rosario secara lengkap maka mereka memberinya sebuah mahkota mawar.

Dalam masyarakat kita ada keyakinan bahwa mawar adalah ratu dari semua bunga. Maka, Rosario yang bermakna mahkota mawar itu merupakan ratu dari semua devosi. Karena itu, doa Rosario ditempatkan sebagai salah satu devosi yang sangat penting dalam Gereja Katolik.

Mahkota Mawar Makna Ratu Rosario
Foto: Katolikpedia.id

Rosario dianggap sebagai doa yang sempurna karena di dalamnya terkandung warta keselamatan yang mengagumkan. Karena dengan Rosario kita merenungkan peristiwa-peristiwa gembira, sedih, mulia dan terang dalam kehidupan Yesus dan Maria.

Bunda Maria Dijuluki Ratu Rosario

Bunda Maria dijuluki sebagai Ratu Rosario merujuk pada sebuah peristiwa penting yang terjadi pada 7 Oktober 1571. Hari itu, terjadi suatu pertempuran armada laut yang dahsyat di Laut Tengah, dekat pantai Yunani. Tempat itu disebut Lepanto.

Turki memiliki angkatan laut yang paling kuat di bawah pimpinan Halifasha. Sebelum pertempuran ini, Turki telah menyerang semua pelabuhan Katolik di Eropa.

Paus Pius V yang pada waktu itu duduk di Tahta St. Petrus di Roma menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa bersatu dan bertahan terhadap serangan armada Halifasha. Kemudian Paus menunjuk Don Yuan dari Austria menjadi komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki.

https://www.instagram.com/p/B3TieHsgPlZ/

Don Yuan terkenal memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria. Ketika tentara Katolik naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri mereka memegang senjata.

Paus yang menyadari armada ini tidak ada artinya dibandingkan dengan armada Turki yang jumlahnya tiga kali lipat, meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa Rosario. Di mana-mana orang berdoa rosario selama 24 jam terus-menerus.

Pada 7 Oktober 1571 pukul 11.30 kedua armada itu mulai bertempur dengan dahsyat hingga baru berakhir keesokan harinya pukul 5.30 sore. Mukjizat terjadi di sana.

Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba angin berubah arah sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan. Halifasha mati terbunuh. Karena kemenangan ini, maka tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai Hari Raya Rosario.

Mengingat peristiwa sejarah yang sangat penting tersebut, kita sebagai umat Katolik hendaknya termotivasi untuk terus giat mendoakan devosi Rosario. Semoga dengannya kita kuat menghadapi segala rintangan dalam kehidupan kita.

7,914 total views, 180 views today

Bagikan Artikel Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *