Katolikpedia.id

Mengapa Umat Katolik Percaya Salib? Jawaban untuk Mereka yang Belum Percaya

Mengapa Umat Katolik Percaya Salib Katolikpedia

Katolikpedia.id – Belakangan ini, kita sering dihadapkan dengan persoalan salib yang beredar luas di media sosial. Ditambah lagi sebuah pernyataan dari Ustad Abdul Somad beberapa waktu lalu mengenai salib, memancing aneka tanggapan terutama dari kalangan Katolik. Orang lalu bertanya, mengapa umat Katolik percaya salib?

Rasanya tak perlu lagi mengulangi apa yang dikatakan oleh Ustad Abdul Somad karena sudah beredar luas dan para pembaca Katolikpedia pun sudah tahu. Yang ingin dibahas di sini adalah mengapa umat Katolik percaya Salib?

Umat Katolik menempatkan salib bersama korpus Yesus sebagai sebuah benda rohani yang sangat bernilai. Di gereja, rumah dan tempat-tempat ibadah lainnya, salib berkorpus Yesus mempunyai arti yang sangat penting.

MOHON DUKUNGAN:

BACA: Lindungilah Kami dari Kuasa Roh Jahat dan Kuasa Kegelapan, Ya Allah…

Selain itu, saat mengawali dan mengakhiri doa, umat Katolik juga membuat Tanda Salib. Tanda ini seakan menjadi sesuatu yang khas, dan bisa dibilang sebagai identitas. Ketika seseorang mengawali dan mengakhiri doanya dengan tanda salib, kita pasti langsung tahu dia Katolik.

Umat Katolik percaya salib

Lagi-lagi pertanyaannya adalah mengapa umat Katolik pecaya Salib?

Umat Katolik percaya pada salib karena salib adalah simbol pengorbanan. Salib merupakan puncak perayaan keselamatan umat Katolik. Dari salib itulah umat Katolik memperoleh keselamatan.

Yesus wafat di salib untuk menyelamatkan dunia, termasuk mereka yang percaya maupun yang belum percaya.

Percaya pada Kristus yang tersalib berarti percaya pada keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus, pengorbanan untuk keselamatan yang diinisiasi oleh Allah sendiri.

Salib menunjukkan keadilan Allah; betapa kejamnya akibat dosa kita, sehingga Allah sendiri yang menebusnya dengan wafat-Nya di salib itu (lih. Gal 3:13). Salib menggambarkan kasih Allah yang terbesar, yaitu bahwa Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yoh 15:13) agar kita dapat diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).

Dalam sejarah Gereja Katolik, para bapa Gereja mengajarkan dengan jelas mengapa salib dan tanda salib itu sangat penting bagi umat Katolik.

Tertullian (abad 2) mengajarkan dalam De cor Mil, iii: “Dalam perjalanan kita dan pergerakan kita, pada saat kita masuk atau keluar, ….. pada saat berbaring atau pun duduk, apapun pekerjaan yang kita lakukan kita menandai dahi kita dengan tanda salib.”

St. Cyril dari Yerusalem (315-386) dalam Catecheses (xiii, 36) mengajarkan, “Maka, mari kita tidak merasa malu untuk menyatakan Yesus yang tersalib. Biarlah tanda salib menjadi meterai kita, yang dibuat dengan jari-jari kita, di atas dahi … atas makanan dan minuman kita, pada saat kita masuk ataupun keluar, sebelum tidur, ketika kita berbaring dan ketika bangun tidur ketika kita bepergian ataupun ketika kita beristirahat.”

St. Ephrem dari Syria (373) mengajarkan, “Tandailah seluruh kegiatanmu dengan tanda salib yang memberi kehidupan. Jangan keluar darin pintu rumahmu sampai kamu menandai dirimu dengan tanda salib. Jangan mengabaikan tanda ini, baik pada saat sebelum makan, minum, tidur, di rumah maupun di perjalanan. Tidak ada kebiasaan yang lebih baik daripada ini. Biarlah ini menjadi tembik yang melindungi segala perbuatanmu, dan ajarkanlah ini kepada anak-anakmu sehingga mereka dapat belajar menerapkan kebiasaan ini.”

St. Yohanes Damaskus (676-749) mengajarkan, “Tanda salib diberikan sebagai tanda di dahi kita, …. sebab dengan tanda ini kita umat yang percaya dibedakan dari mereka yang tidak percaya.”

Dari sini tampak sangat jelas bahwa alasan umat Katolik percaya pada salib bukan hanya ilusi tanpa alasan. Ada dasar iman yang bersumber pada Kitab Suci dan ajaran Bapa Gereja.

Semoga mereka yang belum percaya pada makna dan kekuatan salib segera menemukan jalan untuk memahami betapa besar karya agung Allah melalui Yesus yang tersalib itu.

Video #TravelRohani Katolikpedia:

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

15 Quotes Carlo Acutis ini Sangat Inspiratif. Umat Katolik Harus Tahu

Edeltrudizh

Berita Duka, Uskup Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Meninggal Dunia

Tiwie Pert

Corona Menyebabkan 24 Romo Meninggal Dunia, Termasuk 4 Diakon dan 2 Suster

Tiwie Pert

Leave a Comment