Tersentuh! Pria ini Ungkap Kisahnya Saat Disembuhkan Padre Pio

Katolikpedia.id – Mujizat Tuhan memang luar biasa. Hal inilah yang dirasakan oleh pria bernama lengkap Matteo Pio Colella. Dia adalah salah satu umat Katolik yang mengalami mujizat Tuhan melalui Padre Pio.

Sebagai bentuk syukur atas apa yang diterimanya, Matteo Pio Colella membagikan kisah imannya ini kepada seluruh umat Katolik di dunia.

Tujuannya, bukan untuk menyombongkan diri. Tapi, ini sebagai bentuk motivasi iman.  Ia ingin memotivasi siapapun di luar sana yang sedang menderita, agar tidak pernah berhenti berserah kepada Tuhan.

Seperti apa mujizat kesembuhan yang dialami Matteo Pio Colella?  Begini ceritanya…

Matteo Pio Colella adalah pria 28 tahun yang beberapa waktu lalu membagikan kisah penyembuhannya melalui catholicnewsagency.com. Kejadian itu berlangsung pada tahun 2000 silam.

#Terserang penyakit mematikan

Semua bermula ketika ia berusia 7 tahun. Pria yang kerap disapa Colella ini, tiba-tiba menderita sebuah penyakit aneh yang mematikan.

matteo-pio-colella-foto
Matteo Pio Colella dan keluarga (Foto : caccioppoli.com)

Pagi itu, Colella diserang demam tinggi, lemah, sakit kepala, muntah, dan disorientasi mental. Karena merasa kurang sehat, ia meminta kepada ibunya, agar ia libur sekolah hari itu. Namun, permintaannya tidak dikabulkan sang ibu.

Aku merasa tidak enak badan. Saya mengatakan kepada ibu saya bahwa saya tidak ingin pergi ke sekolah, tetapi dia membujuk saya untuk pergi karena pada waktu itu saya tidak begitu suka dengan aktivitas sekolah, kisahnya.

Alhasil, Colella justru tidak menyelesaikan sekolahnya hari itu. Ia kesakitan. Sekujur tubuhnya gemetar sehingga membuatnya terperosok di sekolah.

Colella lalu dijemput ibunya, Maria Lucia Ippolito. Setibanya di rumah, suhu badannya semakin meningkat.

Menjelang malam, bintik-bintik ungu menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia semakin kesakitan, dan mulai kehilangan kesadaran.

Malam itu juga, ketika ibu saya datang untuk mengucapkan selamat malam, saya tidak mengenalinya, jadi mereka segera melarikan saya ke rumah sakit. ” Kenang Colello.

#Dirawat tim medis

Pada 20 Januari 2000, Colella didiagnosa dokter terserang meningitis fulminant akut, yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sudah menyebar ke ginjal hingga sistem pernapasannya. Bahkan sudah menimbulkan pembekuan darah.

Matteo Pio Colella langsung dirawat secara intens di rumah sakit Casa Sollievo della Sofferenza di Italia. Ini merupakan rumah sakit yang didirikan oleh Padre Pio.

Meski sudah ditangani tim medis, kondisi Colella justru makin memburuk. Bukannya membaik, ia justru mengalami koma. Kesehatannya tiba-tiba menurun secara drastis.

Rupanya perawatan intensif yang dilakukan tak mampu menyembuhkan Matteo Colella. Ia semakin kesulitan bernapas, dan detak nadinya pun tidak teratur. Tim medis akhirnya memasang respirator agar membantu proses pernapasannya.

Segala cara sudah dilakukan oleh dokter yang merawatnya, namun toh tidak memberikan tanda-tanda kemajuan. Ibunya harus menerima kenyataan pahit, karena diagnosa dokter mengatakan bahwa hidup puteranya tidak akan bertahan lama. Dalam beberapa jam kedepan, Colella dinyatakan akan meninggal.

#Perjuangan sang ibu

Situasi sulit ini tidak mematahkan harapan ibunda Matteo Pio Colella. Meski tahu bahwa nyawa anaknya tak akan selamat, ia tetap percaya bahwa mujizat Tuhan itu ada.

Sementara Colella berada dalam kondisi kritis, ibunya mengunjungi makam Padre Pio yang letaknya tak jauh dari rumah sakit. Ia berserah dalam doa, memohon kesembuhan putranya.

Berselang 3 hari, Lucia tiba-tiba seperti mencium aroma bunga dan wangi parfum yang sangat menyenangkan.

#Kesaksian Matteo Colello

Delapan hari setelah jatuh sakit, Matteo Colello mengejutkan semua orang. Ia tersadar dari komanya. Sang ibu bertanya kepadanya apakah dia mengingat sesuatu.

“Ya, aku melihat diriku ketika aku tidur dari kejauhan. Di atas tempat tidur ada seorang lelaki tua dengan janggut putih. Dia memiliki kebiasaan memakai jubah cokelat yang panjang.

Dia memberi saya tangan kanannya dan berkata: ‘Matteo, jangan khawatir, kamu akan sembuh.’

Ibunya lalu menunjukkan kepadanya gambar Padre Pio, dan anak lelaki itu mengidentifikasikannya sebagai lelaki tua yang dilihatnya.

Pasca sadar dari komanya, Colello melakukan pemindaian Computer Axial Tomography (CAT), pada tanggal 27 Januari. Hasilnya, tidak menunjukkan masalah apapun pada otak Colello.

matteo-pio-colella-mujizat-padre-pio
Matteo Pio Colella dan Padre Pio (Foto : Kolase Katolikpedia.id)

Dan itulah yang terjadi. Para dokter menganggap Colella sudah mati secara klinis, tetapi dia justru selamat dari kondisi koma dan hidup kembali.

Pada 6 Februari 2000 Matteo Pio Colella keluar dari rumah sakit Casa Sollievo della Sofferenza, dan dinyatakan sepenuhnya telah sembuh.

#Berterima kasih kepada Tuhan

Kepada catholicnewsagency.com, Matteo Pio Colella mengisahkan kembali kondisinya itu. Ia mengatakan, bahwa dalam kondisi koma saat itu ada sosok Padre Pio yang hadir bersamanya.

Ia pun menambahkan bahwa apa yang dialaminya itu mirip seperti kisah kebangkitan Lazarus yang diceritakan dalam Injil.

Sambil mengenang kisah penuh haru ini, Matteo Pio Colella mengaku sangat berterima kasih kepada Padre Pio atas mujizat penyembuhan yang diterima darinya.

Hingga saat ini, Colella menganggap Padre Pio sebagai kakeknya yang bisa dijadikannya sebagai tempat curhat.

Saya selalu berpikir bahwa saya telah menerima rahmat yang sangat besar, maka saya harus berterima kasih.

Ketika saya berbicara dengan seseorang yang tidak percaya, saya katakan padanya ‘Saya di sini. Bagi sains itu tidak bisa dijelaskan, tetapi ada penjelasan lain yang tidak bisa kita pahami ‘. ” ungkap Matteo Pio Colella.

Semoga kisah Matteo Pio ini mampu memotivasi kita sebagai umat Katolik agar selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Kita harus percaya bahwa mujizat Tuhan itu ada.

Silakan bagikan kisah inspirasi ini kepada siapapun, agar mereka pun percaya dan selalu mengandalkan Tuhan.

1,931 total views, 3 views today

Bagikan Artikel Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *