Katolikpedia.id

Luput dari Aborsi dan Jadi Imam, Sepasang Kembar ini Beri Kesaksian Iman Luar Biasa

pater-paulo-dan-filipe

Katolikpedia.id – Di tengah polemik tentang ceramah UAS yang tengah merisaukan suasana kita saat ini, hadir kabar bahagia bagi semua umat Katolik. Ini menyadarkan kita bahwa, iman Katolik kita tidak akan luntur oleh apapun.

Seperti dilansir catholicnewsagency.com, ada sebuah kisah iman yang menarik dan sangat inspiratif dari sepasang kembar di negara Chili.  

Dua saudara kembar ini adalah Pater Paulo dan Filipe Lizama. Keduanya membagikan kisah hidup mereka yang cukup kelam. Begini ceritanya…

Perjuangan ibunda Pater Paulo dan Filipe

Pater Paulo dan Filipe lahir pada tahun 1984 di kota Lagunillas de Casablanca di Chili. Ibu mereka adalah Rosa Silva.

Dalam masa kehamilan, ibu mereka didiagnosa menderita kelainan. Setelah melakukan rontgen dan ultrasonografi, dokter mengatakan bahwa “sesuatu yang aneh” ada dalam kandungan Rosa Silva.

“Bayi itu memiliki tiga lengan dan kakinya agak terlilit. Ia juga memiliki dua kepala,” kata dokter yang memeriksa ibu Rosa Silva kala itu.

Demi keselamatan sang ibu, dokter menyarankan agar janinnya digugurkan. Sang dokter menekankan bahwa hidup ibu mereka dalam bahaya, jika tidak melakukan aborsi.

Di Chili, tindakan aborsi dengan alasan medis merupakan sesuatu yang sah-sah saja, alias tidak dilarang. Karena itulah sang dokter menyarankan ibu Rosa Silva untuk melakukan tindakan aborsi demi nyawanya.

Namun ibu Rosa menentang gagasan itu dan mengatakan ia akan menerima apa pun yang Tuhan kirimkan kepadanya.

Berkat keyakinan sang bunda, kedua kembar ini akhirnya lahir pada 10 September 1984. Proses bersalinnya pun bukan hal mudah. Filipe lahir pertama kali. Dan setelahnya, plasenta tidak terlepas. Melihat kondisi itu dokter menyarankan untuk melakukan proses kuretase.

Baca Juga : Romo Kembar Ditahbiskan, Kesaksian Orangtuanya Sangat Menyentuh Hati

Namun Silva menolak, karena ia merasakan bahwa masih ada bayi lain yang akan keluar. Dan benar sekali, berselang 17 menit kemudian, Paulo lahir.

“Tuhan bekerja dan lahirlah dua bayi kembar. Saya tidak tahu apakah dokter itu salah atau apa, “ kata Pater Filipe.

Kesaksian Pater Paulo dan Filipe

Pater Paulo dan Filipe mengatakan bahwa tekad ibu mereka dalam melindungi mereka dari tindakan aborsi, membantu dan memberikan dorongan dalam panggilan imamat mereka.

Kisah aborsi ini terungkap saat mereka sudah berada di seminari. Maka selain bersyukur kepada Tuhan, keduanya juga tak lupa berterima kasih kepada ibunda mereka.  

“Pasti karena kebesaran hati ibu kami-lah yang memungkinkan kami untuk mempelajari peristiwa yang menakjubkan ini.” ujar pater Paulo.

Meskipun panggilan untuk menjadi imam datang dari hati mereka, namun mereka juga menyadari bahwa Tuhan memang sudah berkarya dalam hidup mereka sejak awal. Semua itu juga tak luput dari keyakinan iman dari sang ibu.

Sempat menjauh dari gereja Katolik

Meskipun mereka tumbuh di keluarga Katolik, dua pastor ini sempat menjauh dari gereja Katolik dan jarang mengikuti Misa. Namun, sejak perceraian orang tua mereka, keduanya kembali aktif di Gereja, dan mulai menerima sakramen Komuni dan Pengukuhan/Krisma.

Romo Paulo, awalnya tidak memiliki keyakinan dalam imannya tetapi, ia tertarik oleh Sakramen Mahakudus, nyanyian Gregorian, dan pendalaman doa dalam gereja Katolik.

Sedangkan menurut romo Filipe, dia merasa terinspirasi dari kehidupan Pater Reinaldo Osorio. Pastor Reinaldo inilah yang kemudian menjadi direktur formasinya di seminari.

“Tuhan memanggil saya. Saya menyadari bahwa di dalam Allah dan di dalam hal-hal Allah saya bahagia, tidak ada keraguan: saya ingin menjadi seorang imam,” kenang pater Filipe.

Meskipun berstatus saudara kembar, keduanya tidak saling berdiskusi tentang satu sama lain saat sama-sama memilih menjadi imam.

“Saya tidak tahu siapa yang pertama kali merasakan panggilan itu,” Kata pastor Paulo. “Saya pikir Tuhan melakukan hal-hal dengan cara yang benar.”

Menjadi Pastor

Pada Maret 2003, mereka berdua memasuki seminari. Meskipun awalnya keluarga sulit menerima keputusan itu, namun seiringnya waktu, ibu mereka merestui pilihan itu.

pater-paulo-dan-filipe-lizama-
Pater Paulo dan Pater Filipe Lizama (Foto : www.gloria.tv)

Setelah melewati tahun pertama pembentukan di seminari, ibu mereka mengatakan bahwa ia merasa damai, karena pilihan mereka.

Filipe dan Paulo ditahbiskan menjadi imam pada 28 April 2012, dan merayakan Misa perdana mereka di gereja Katolik Bunda Belas Kasih di Lagunillas, Chili.

pater-paulo-dan-filipe
Tahbisan Pater Paulo dan Filipe Lizama (Foto : www.iglesia.cl)

Setahun setelah pentahbisan mereka, Pater Filipe bertugas di paroki St. Martin de Tours di Quillota, Chili Dan pater Paulo bertugas di paroki Maria Diangkat ke Surga di Achupallas, Argentina.

“Tuhan tidak main-main dengan kita. Dia ingin kita bahagia, dan imamat adalah panggilan yang indah dan itu membuat kita benar-benar bahagia, ” ujar Pater Filipe.

quotes-pater-paulo-dan-filipe
Quotes Katolik (Foto : Katolikpedia.id)

Dan bagi Pater Paulo : “Mengikut Yesus tidak mudah, tetapi itu indah. Yesus, Gereja dan dunia membutuhkan kita.”

“Tetapi mereka tidak membutuhkan sembarang orang muda: mereka membutuhkan orang-orang muda yang diberdayakan oleh kebenaran Allah, sehingga kehidupan mereka menyampaikan kebahagiaan, senyum mereka menyampaikan harapan, wajah mereka menyampaikan iman dan tindakan mereka menyampaikan cinta.”

Sumber : www.catholicnewsagency.com

Tonton video tanggapan gereja Katolik tentang pernyataan Ustadz Somad di sini!

Artikel Terkait:

Kriteria untuk Mengetahui Siapa Tetangga Kita Menurut Paus Fransiskus

Steve Elu

Pelayanan Kemanusiaan di Rumah Ibu Teresa Tak Mengenal Agama. Begini Ceritanya!

Steve Elu

Ketika Rumah Tanggamu Sedang Dalam Masalah, Coba Doakan Doa Ini

Tiwie Pert

Leave a Comment