Katolikpedia.id

Pater Peter Aman OFM, Pastor Pembela Rakyat Kecil itu Tutup Usia

pater-peter-aman-ofm

Katolikpedia.id – Jelang hari raya Natal, umat Katolik kembali berduka. Pastor Petrus Kanisius Aman OFM meninggalkan dunia.

Pastor asal Nusa Tenggara Timur itu tutup usia di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada Selasa 15 Desember 2020.

Kabar duka ini disampaikan resmi melalui website ofm-indonesia.org dan juga melalui surat edaran yang disebarkan via aplikasi Whatsapp.

MOHON DUKUNGAN:

Sudah hampir setahun Pater Petrus Kanisius Aman OFM menderita sakit. Awal Februari 2020 lalu, Imam yang sering disapa Peter ini terserang stroke.

Ia dilarikan ke Rumah Sakit Carolus Jakarta dan menjalani perawatan hingga bulan Maret 2020. Kondisinya sedikit membaik, sehingga 3 Maret lalu Pastor Peter melakukan perjalanan dari Jakarta ke Semarang.

Di Rs. Elisabeth Semarang, Imam yang juga seorang dosen ini dirawat kurang lebih tiga bulan.

Hampir stengah tahun menjalani perawatan di rumah sakit, Pater Peter akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah, sambil terus menjalani kontrol kesehatan.

Selama dalam proses pemulihan, Pater Peter Aman tinggal di Biara St. Bonaventura, Papringan, Yogyakarta. 15 Desember 2020, Pater Peter dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta karena mengalami sesak napas.

Sayang, nyawa Pater Peter tidak tertolong. Beberapa jam setelah dirawat di UGD Panti Rapih, ia menghembuskan nafas terakhir.

Kepergian Pastor Petrus Kanisius Aman OFM mendatangkan luka bagi umat Katolik di Nusa Tenggara Timur. Orang-orang terdekatnya pun merasa terpukul saat mendengar kabar duka ini.

Pasalnya, semasa hidupnya Pater Peter tak hanya dikenal sebagai seorang gembala, tapi juga seorang bapak bagi kaum yang tertindas. Ia adalah sosok pembela hak-hak masyarakat kecil dan Imam yang sangat peduli dengan lingkungan hidup di NTT.

Biodata Pater Petrus Kanisius Aman OFM

Pater Petrus Kanisius Aman, OFM lahir di Lambaleda, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 27 April 1962.

Ia bergabung dengan ordo OFM pada 15 Juli 1982, dan menerima tahbisan imamatnya pada 02 Februari 1991. Di tahun yang sama, Pater Peter menerima tugas barunya sebagai seorang Imam di daerah asalnya, Manggarai, NTT.

Selang 5 tahun setelah masa tahbisan, ia menjalani studi moral di Roma selama tiga tahun. Sekembalinya dari sana, Pater Peter Aman bertugas sebagai dosen di STF Driyarkara Jakarta.

Empat tahun menjadi dosen, Pater Peter diberi kepercayaan untuk kembali melanjutkan studi doktoral di Roma, dari tahun 2003-2007.

Usai pendidikan doktoral, Pater Peter melanjutkan tugasnya sebagai dosen di STF Driyarkara Jakarta hingga akhir hayatnya. Kita doakan, semoga jiwa Pater Peter boleh menikmati kebahagiaan kekal di rumah Bapa.

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Impian- Impian dalam Querida Amazonia, Eksortasi Apostolik Kelima Paus Fransiskus

Pastor Doddy Sasi CMF

Gereja Harus Kekinian agar Dapat Berdamai dengan Pandemi

Michelle Grady

Beato Carlo Acutis: Contoh untuk Kaum Muda Milenial

Frater Vian Nana SDV

Leave a Comment