Dari Malaka ke Vatikan: Pater Vian, Ketua IRRIKA Napoli, Temui Paus Leo XIV di Vatikan
Katolikpedia.id – Tanggal 22 September 2025 menjadi momen penuh sukacita dan kebanggaan bagi komunitas rohaniwan dan rohaniwati Indonesia di Roma. Hari itu, komunitas IRRIKA (Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Katolik Indonesia) yang berada di Italia mendapat kehormatan untuk mengikuti audiensi bersama Paus Leo XIV di Sala Clementina, Vatikan.
Sebanyak 135 rohaniwan dan rohaniwati Indonesia yang saat ini berkarya di berbagai wilayah Italia turut hadir dalam pertemuan tersebut. Audiensi ini juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono, beserta jajaran staf KBRI Vatikan.
Dalam sambutannya, Duta Besar Michael menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci, sekaligus memperingati satu tahun kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia pada tahun 2024.
Audiensi bersama Paus Leo XIV, yang berlangsung mulai pukul 12.00 waktu Italia, diawali dengan sapaan hangat dan salaman antara Paus dan para perwakilan komunitas, termasuk pengurus IRRIKA Italia, Ketua IRRIKA Napoli, serta Duta Besar RI untuk Takhta Suci.
Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Pastor Vian Nana, SDV, imam asal Malaka, Nusa Tenggara Timur, dari Kongregasi Vokasionis. Ia kini berkarya sebagai pastor rekan di Paroki Santa Famiglia, Pianura, Napoli, dan menjabat sebagai Ketua IRRIKA Napoli.
Paus Leo XIV: “Kalian adalah pengrajin perdamaian”
Dalam sambutannnya, Paus Leo XIV menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu dengan komunitas Rohaniwan – Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA), terutama dalam rangka memperingati dua tonggak penting: Satu tahun kunjungan Paus ke Indonesia dan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci. Ia menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan Indonesia, Takhta Suci telah berjalan berdampingan, membangun relasi atas dasar dialog, penghormatan timbal balik, serta komitmen terhadap perdamaian dan harmoni.
Paus Leo XIV mengungkapkan bahwa kunjungan Paus Fransiskus tahun lalu telah memperdalam persahabatan antara kedua pihak dan membawa “pesan harapan ke suluh dunia.” Ia menyebut pertemuan dengan komunitas IRRIKA sebagai buah dari iman dan persatuan.
Mengutip kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta, Paus Leo XIV menyoroti semangat bangsa Indonesia yang membangun “jaringan penghubung” melalui pencarian kebaikan bersama dan menjaga kerukunan dalam keberagaman, yang ia gambarkan sebagai “kerajinan tangan rumit yang dipercayakan kepada semua orang.”
Paus juga memuji “tindakan pelayanan yang diam – diam” yang dilakukan oleh umat Katolik Indonesia di luar negeri, terutama dalam menjaga nilai – nilai kekeluargaan, budaya, dan toleransi. “Bahkan jauh dari rumah, kalian tetap menjaga tradisi hidup kalian dan saling peduli satu sama lain. Saya berterima kasih atas ikatan kuat yang kalian jalin dengan tetangga-tetangga kalian, baik yang Kristen maupun non-Kristen,” ujar Paus Leo XIV.
Pesan Damai dan Harapan
Paus Leo XIV yang merupakan Paus ke-267 dan Paus pertama dari Amerika Serikat menyampaikan bahwa dirinya “terharu oleh cara-cara konkret” komunitas Indonesia menerapkan solidaritas, mulai dari menyambut para migran baru, hingga berbagi kebudayaan dengan komunitas lokal. “Ini adalah contoh nyata dari ‘budaya pertemuan’ yang menjadi dasar bagi perdamaian dan persekutuan,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Paus Leo XIV mengajak seluruh komunitas Indonesia untuk terus membangun jembatan antarbangsa, budaya, dan agama. Menjadi Peziarah harapan, dan Pengrajin perdamaian.
Paus juga menyerahkan seluruh peserta yang hadir kepada perlindungan Bunda Maria, serta memohon kepada Tuhan untuk senantiasa memberkati Indonesia dengan persatuan dan harapan yang abadi. “Pertemuan ini sendiri adalah buah dari iman yang hidup dan persatuan yang sejati,” pungkas Paus Leo XIV, menandai akhir dari momen bersejarah tersebut.
Misionaris di Spanyol – Malaga










