5 Kenangan Terindah, Setelah 30 Tahun Kunjungan St Paus Yohanes Paulus II Ke Timor Leste

Katolikpedia.id – Tahun ini, 2019, genap sudah 30 tahun St Paus Yohanes Paulus II ke Timor Leste. Ketika itu, negara yang resmi pisah dari Indonesia pada 2002 itu masih menjadi bagian dari Indonesia, dengan nama Timor-Timur.

Waktu itu, Dili, yang sekarang menjadi ibukota negara Timor Leste, merupakan kota terakhir yang dikunjungi St Paus Yohanes Paulus II, sebelum kembali ke Vatikan.

Sebelum ke Dili, Bapa Suci asal Polandia itu mengunjungi sejumlah kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Maumere. Rangkaian kunjungan Paus tersebut berlangsung dari 8 sampai 12 Oktober 1989.

Tak terasa, peristiwa bersejarah itu sudah 30 tahun berlalu. Timor Leste yang kini berdiri sendiri sebagai sebuah negara, memperingati secara khusus momen bersejarah tersebut.

Sembari bersyukur bahwa Timor Leste pernah disinggahi mendiang St Paus Yohanes Paulus II dalam kunjungan apostoliknya, paling sedikit ada 5 hal yang bisa menjadi kenangan terindah peristiwa iman tersebut.

1. Patung Paus Yohanes Paulus II

Sebagai penanda sejarah, pemerintah Timor Leste sudah mendirikan sebuah patung Paus Yohanes Paulus II berukuran sangat besar di atas bukit, sisi barat dari Tasitolu.

BACA: Lindungilah Kami dari Kuasa Roh Jahat dan Kuasa Kegelapan, Ya Allah…

Patung tersebut ditempatkan di sini karena saat Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Timor-Timur, ia juga merayakan Misa di situ.

Patung dibuat lengkap dengan tongkat kegembalaan Paus, dan diresmikan oleh Presiden Timor Leste waktu itu, Dr Jose Ramos Horta, pada 15 Juni 2008. Di situ juga terdapat sebuah kapel untuk Misa.

Lokasi dimana patung ini berdiri juga tak terlalu jauh dari Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato atau Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato.

2. Misa di Tasitolu

Mengenang 30 tahun kunjungan Paus Yohanes Paulus II, umat Timor Leste menggelar Misa di Tasitolu, Rabu, 30 Oktober 2019. Misa konselebrasi ini dipimpin oleh Uskup Agung Dili, Mgr Virgilio do Carmo da Silva.

Misa syukur tersebut, selain dihadiri sekitar 5000 umat Katolik, dihadiri juga oleh perwakilan dari beberapa negara tetangga, termasuk Indonesia.

3. Pesan Presiden Timor Leste

Dalam peristiwa iman tersebut, Presiden Francisco Guterres menyampaikan terima kasih kepada umat Katolik Timor Leste yang berkontribusi banyak untuk perjuangan Timor Leste menuju kemerdekaan.

Menurutnya, kunjungan Bapa Suci Yohanes Paulus II waktu itu adalah salah satu caranya untuk mendengarkan secara langsung tangisan dan perjuangan rakyat Timor Leste.

4. Paus cium tanah

Salah satu peristiwa yang sangat menyentuh hati umat ketika itu adalah tindakan Paus Yohanes Paulus II yang mencium tanah Timor-Timur ketika ia turun dari pesawat.

Tindakan tersebut menunjukan simbol yang sangat kuat, dimana Bapa Suci sangat menginginkan perdamaian di wilayah itu.

Patung Yohanes Paulus II Timor Leste
Foto: yuannblog.blogspot.com

5. Kekaguman Paus

Dalam kunjungan itu, Paus Yohanes Paulus II juga tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap Timor-Timur, juga Indonesia. Hal ini terungkap dari salah satu kalimat yang ia ucapkan, “Tidak ada negara yang begitu toleran seperti Indonesia di muka bumi”.

Kekaguman akan toleransi itu, nyatanya masih terjaga hingga hari ini, meski Timor Leste sudah berdiri sendiri sebagai sebuah negara.

Tugas kita sekarang adalah menjaga kenangan-kenangan indah dari kunjungan St Paus Yohanes Paulus II ini agar tetap memotivasi kita untuk semakin bertumbuh dalam iman.

Sumber: uca.news.com, Cmmbrothers.org, dan Tribunnews.com

Dukung kami Program #TravelRohani Katolikpedia dengan SUBSCRIBE, LIKE dan SHARE video ini:

2,024 total views, 2 views today

Bagikan Artikel Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *