Katolikpedia.id

Mengenal Cerita Hidup Pierina Morosini, Pelindung Korban Pemerkosaan

Pierina Morosini pelindung pemerkosaan

Katolikpedia.id – Pierina Morosini merupakan salah satu pelindung para korban pemerkosaan yang telah dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Cerita perjalanan hidup Pierina Morosini terbilang miris. Meski dikatakan miris, tapi sosok Pierina Morosini meninggalkan kisah rohani yang inspiratif.

Karena ketaatan imannya inilah beata Pierina patut dijadikan panutan bagi mereka yang pernah menjadi korban pemerkosaan.

Tak hanya itu, kisah inspiratif ini juga bisa menjadi sumber motivasi bagi perjalanan hidup remaja Katolik jaman now.

Begini kisah hidup Pierina Morosini….

Pierina Morosini merupakan anak pertama dari delapan bersaudara. Lahir di Fiobbio, sebuah kota di Italia Utara, pada 7 Januari 1931, dari keluarga sederhana Roque Morosini dan Sara Norris.

Ayahnya bekerja sebagai penjaga malam di sebuah pabrik setempat sambi merangkap sebagai pekerja ladang saat siang hari. Sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa dengan iman Katolik yang kental.

Ketaatan iman yang dimiliki ibunya, menjadi fondasi kuat dalam kehidupan rohani Pierina Morosini beserta adik-adiknya.

Sebagai anak tertua dalam keluarga, Pierina menghabiskan waktunya untuk membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga serta merawat adik-adiknya yang lain.

Selain itu, Pierina Morosini juga mengambil pekerjaan sampingan di sebuah pabrik kapas untuk menopang keadaan ekonomi kedua orangtuanya.

Pekerjaan itu mengharuskannya menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 4 kilometer dari rumahnya. Setiap hari, Pierina harus berjalan kaki pulang/pergi selama kurang lebih 3 jam.

Ketika tiba gilirannya harus bekerja shift malam, mau tidak mau Pierina Morosini  harus melakukan perjalanan pulang di saat larut malam.

Meski begitu, ia tidak pernah takut karena di sepanjang perjalanan dirinya selalu mendaraskan doa Rosario berulang kali sebagai teman perjalanan pulangnya.

Tak hanya berdoa Rosario, di sela kesibukannya, ia juga rajin mengikuti misa dan menerima Komuni Kudus.

Di tengah jadwal pekerjaannya yang padat, Pierina Morosini juga ikut berpartisipasi dan berusaha seaktif mengikuti kegiatan-kegiatan rohani di parokinya.

Suatu ketika, hal baik berpihak padanya. Pada tahun 1947 Pierina berkesempatan menghadiri proses beatifikasi Maria Goretti di Roma.

Kisah hidup Maria Goretti memiliki pengaruh besar pada Pierina saat itu. Melihat semua yang dilakukan Maria Goretti muda, yang telah mengorbankan dirinya sebagai martir demi imannya dan memberikan pengampunan kepada pembunuhnya, hati Pierina tersentuh dan tergerak untuk meneladani hidup Maria Goretti.

Kala itu, ketika menghadiri Beatifikasi Maria Goretti, Pierina Morosini berkata :

“Akan sangat bahagia bagi saya untuk mati seperti Maria Goretti”

Mendengar ucapannya, teman seperjalannnya menjawab dengan mengatakan,

“Jika Anda mati seperti dia, kami berjanji untuk datang ke beatifikasi Anda”.

Sejak saat itu, sosok St. Maria Goretti menjadi salah satu panutan rohani bagi Pierina Morosini. Ia mulai memakai skapulir Carmelite dan bergabung dengan Ordo Fransiskan dengan mengambil kaul kemiskinan, kemurnian akhlak dan kepatuhan.

Pierina juga membuat sumpah pribadi kepada Tuhan untuk menjalani kehidupan yang suci. Dalam setiap doanya, ia selalu memohon :

“Semoga aku tidak pernah membiarkan diriku untuk berbuat dosa, baik dalam cara berpakaianku, ucapanku maupun penampilanku.”

Pada 4 April 1957, kejadian naas menimpanya. Saat sedang dalam perjalanan pulang dari pekerjaannya Pierina diserang oleh seorang pria yang entah dari mana datangnya.

Pria asing itu memaksakan diri untuk menggoda Pierina. Namun dengan keras gadis muda itu menolak dan memilih mempertahankan kegadisannya.

Karena merasa gagal, pria tersebut marah lalu dengan sadis menghujani Pierina dengan batu. Bagian kepalanya tertimpa batu dan mengakibatkan pendarahan hebat.

Beberapa saat usai kejadian naas itu, tubuh Pierina Morosini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi tangan terlilit rosario miliknya.

Pierina Morosini meninggal pada usia 26 tahun. Ia siap menderita dan telah menerima penderitaan dari Tuhan tanpa pernah mengeluh.

Pada 3 Juli 1987, Paus Yohanes Paulus II mengijinkan proses beatifikasi bagi Pierina. Dan pada 4 Oktober 1987, Pierina Morosini resmi dibeatifikasi oleh Paus Yohane Paulus II di Roma, Italia.

Pierina Morosini adalah pelindung para korban pemerkosaan dan seorang martir bagi kesucian. Ia diperingati gereja setiap tanggal 6 April.

Semoga kisah hidup Beata Pierina Morosini ini, bisa menginspirasi kita semua.

Sumber : aleteia.org

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Saat Kamu Merasa Kehilangan Harapan, Berdoalah Doa Ini…

Tiwie Pert

Mau Punya Motivasi Berdoa Rosario? Inilah Keuntungan yang Bisa Kamu Peroleh

Tiwie Pert

5 Pertanyaan Tentang Rabu Abu Yang Biasa Ditanyakan Oleh Umat Non Katolik

Steve Elu

2 comments

St. Yohanes Bosco : Jangan Menjauh dari Komuni Kudus February 5, 2020 at 1:37 am

[…] Baca Juga : Mengenal Cerita Hidup Pierina Morosini, Pelindung Korban Pemerkosaan […]

Reply
Idolakan Bunda Teresa, Ibu ini Selamatkan Ribuan Gadis Korban Human Trafficking July 7, 2020 at 4:26 am

[…] Baca Juga: Mengenal Cerita Hidup Pierina Morosini, Pelindung Korban Pemerkosaan […]

Reply

Leave a Comment