Katolikpedia.id

Media Online Gereja Katolik Indonesia

Hidup dalam Terang Kristus SD Tarakanita Citra Raya
Berita

Tanamkan Prioritas Hidup dalam Terang Kristus

Katolikpedia.id – Dalam rangka pembentukan karakter siswa, SD Tarakanita Citra Raya menyelenggarakan kegiatan retret dengan tema “Bijak Memilih, Teguh Melangkah: Menetapkan Prioritas Sejati dalam Terang Kristus”.

Kegiatan ini diikuti oleh 111 siswa kelas VI dan dilaksanakan di Eco Spirit Center Puspanita, Ciawi, Kota Bogor.

Pelaksanaan retret dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama Senin–Rabu, 19–21 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa kelas VI C dan VI D. Gelombang Rabu–Kamis, 21–23 Januari 2026, yang diikuti oleh siswa kelas VI A dan VI B.

Retret dibimbing oleh Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus: Sr. Yuliani, CB; Sr. Hilda, CB; dan Sr. Livia, CB, serta didampingi oleh pembimbing awam, Bapak Agustinus Harsono.

Pada ibadat pembukaan retret, para siswa diajak meneladani Yesus dengan menjadi “air hidup” bagi sesama.

Siswa dibantu untuk menyadari bahwa setiap pribadi adalah istimewa dan dikaruniai Tuhan dengan keunikan serta kelebihan masing-masing.

Melalui refleksi dan pendalaman, siswa belajar untuk saling mendukung, melengkapi, dan menghargai satu sama lain. Subtema hari pertama adalah “Masa Lalu Pijakan Masa Depanku”.

Suasana retret semakin hidup ketika Sr. Yuliani, CB mengajak siswa bermain bola pletok sebagai sarana untuk mengenal diri dan teman.

Keceriaan berlanjut saat Sr. Livia, CB mengajak siswa bermain cap cip cup. Tawa dan sukacita pun memenuhi ruangan. Hari pertama ditutup dengan ibadat malam, di mana siswa diajak menyadari dan mengungkapkan perasaan secara jujur dan polos kepada Tuhan sebelum beristirahat.

Hari berikut, diawali dengan meditasi penyadaran diri dan kasih Tuhan, dengan subtema “Membuat Prioritas dalam Hidupku”.

Setelah sarapan, siswa diajak merefleksikan peran orang tua dalam kehidupan mereka. Disadari bahwa orang tua memiliki kelebihan dan keterbatasan, namun tetap mendidik dengan penuh cinta demi menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Di sini siswa diajak mengembangkan keterampilan bersosialisasi melalui kegiatan wawancara terhadap lima karyawan Puspanita.

Dalam wawancara tersebut, siswa menggali informasi mengenai nama, lama bekerja, kesan dan pesan, serta mengenal lima jenis tanaman dan binatang yang ada di lingkungan Puspanita.

Setelah istirahat siang, siswa diberi ruang untuk mengekspresikan diri melalui berbagai talenta. Mereka bekerja sama dan saling mendukung dalam menampilkan pentas seni berupa drama, pantomim, gerak dan lagu, berbalas pantun, fashion show, hingga musikalisasi puisi.

Sesi terakhir hari kedua dibimbing oleh Agustinus Harsono. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami makna sukses yang tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari kesehatan, persahabatan, rasa bahagia, rasa cukup, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Hidup dalam Terang Kristus SD Tarakanita

Harsono juga memaparkan sepuluh hal yang memengaruhi kesuksesan, antara lain kejujuran, disiplin, kerja keras, kemampuan bersosialisasi, dukungan pendamping, kepemimpinan, kepribadian kompetitif, hidup teratur, serta kemampuan menjual ide.

“Nilai-nilai Tarakanita, jika dihidupi, akan mendukung kesuksesan dalam hidup,” tegasnya.

Pada sesi refleksi akhir, siswa diajak merefleksikan masalah yang sedang dihadapi serta meneguhkan tekad untuk belajar dan berdoa, mencintai Tuhan dan sesama, serta mencintai alam semesta melalui prinsip 4R (reuse, reduce, recycle, repair).

Siswa juga diajak mengenali berbagai bentuk godaan, seperti gaya hidup, media sosial, kemalasan, dan permainan daring. Setiap siswa kemudian menuliskan niat pribadi pascaretretnya.

Sekolah merencanakan tindak lanjut dengan melakukan evaluasi enam bulan kemudian untuk melihat sejauh mana niat tersebut dijalankan.

Selain refleksi pribadi, siswa juga membuat kesepakatan kelas sebagai komitmen bersama sepulang dari retret.

Tiga kunci meraih prestasi yang ditekankan adalah kesadaran sebagai pendosa yang dicintai Tuhan, kesadaran bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, dan panggilan untuk menebarkan kebaikan.

Seluruh rangkaian kegiatan retret ditutup dengan perayaan Ekaristi. Sukacita tampak jelas di wajah para siswa. Mereka pulang dengan mata berbinar dan harapan baru, membawa niat-niat baik untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Yoannes Bowo Prasetiyanto, S. Pd.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!