Makamnya Dikunjungi Dua Paus, Inilah Jasa Besar Beato Jacques-Désiré Laval di Mauritius

Katolikpedia.id – Paus Fransiskus baru saja menyelesaikan kunjungan Apostolik ke tiga negara sekaligus; satu di antaranya adalah Mauritius. Di Mauritius ia mengunjungi makam Beato Jacques-Désiré Laval.

Keputusan Paus Fransiskus untuk menyediakan waktu khusus mengunjungi makam Beato Jacques-Désiré Laval, bukan tanpa alasan. Paus datang ke sana untuk menghormati jasa besar dan karya misi fantastis yang ditorehkan imam asal Perancis itu di masa lalu.

Ya. Imam yang akrab dipanggil Pastor Laval itu mencatat sebuah karya misi yang luar biasa di Mauritius. Ia adalah seorang imam yang sangat berjasa bagi rakyat Mauritius, dan ia masih dikenang oleh rakyat Mauritius hingga hari ini.

Terkait kunjungan Paus Fransiskus ke makam Beato Laval, Pastor Gregoire dari Mauritius mengatakan bahwa sosok Pastor Laval sangat penting bagi Mauritius.

BACA: Merenungkan Sabda Tuhan, Daraskan Doa Sebelum dan Sesudah Membaca Kitab Suci Ini

Dilansir dari Vaticannews.va (10/9/2019), Pastor Gregoire menegaskan bahwa salah satu hal yang paling mencolok dari jasa Beato Laval adalah kemampuannya menyatukan orang-orang Mauritius di masa itu yang terdiri dari banyak suku dan ras.

Karyanya tidak hanya dilihat dari sisi keagamaan tapi juga dari sisi kemanusiaan. Ia keluar untuk menjumpai para mantan budak, melayani yang sakit, dan merawat mereka yang miskin.

Di Mauritius, kata Pastor Gregoire, orang-orang pergi mengunjungi kuil (makam) Beato Laval untuk menimba inspirasi dan teladan hidup. Ia adalah salah satu orang yang paling dihormati di sana.

Riwayat Hidup Beato Jacques-Désiré Laval

Jacques-Désiré Laval lahir pada 18 September 1803 di Croth, Croth, Eure, Perancis. Ayahnya bernama Jacques Laval, seorang petani yang sukses. Laval adalah bungsu dari empat bersaudara; ketiga kakaknya perempuan semua.

Di masa kecil, Laval mendapat banyak pelajaran agama dari ibunya. Namun sayang, ibunya dipanggil Tuhan saat ia baru berusia tujuh tahun. Pamannya, Nikolas adalah seorang imam. Maka pendampingan serta pertumbuhan iman Laval dilanjutkan oleh pamannya.

Beato Jacques-Désiré Laval
(Foto: Spiritanroma.org)

Laval memulai pendidikan formalnya di Évreux dan di College Stanislas de Paris di mana ia belajar humaniora. Awalnya, Laval sendiri masih ragu antara melanjutkan pendidikan sebagai calon imam atau mengejar praktik kedokteran yang sudah ia raih. Ia meraih gelar doktor medis pada 21 Agustus 1830 sebelum memulai praktik di Saint-André dan Ivry-la-Bataille.

Tapi di kemudian hari ia sadar bahwa ia telah mengabaikan kehidupan rohaninya karena kesibukan praktik sebagai dokter, dari September 1830 hingga April 1834.

Karena itu, ia memeriksa kembali pilihannya setelah kecelakaan berkuda yang hampir fatal. Merasa dia dipanggil untuk menjadi imam, ia menutup praktiknya beberapa bulan kemudian pada 1834 dan memulai studi sebagai calon imam di Saint-Sulpice pada 15 Juni 1835.

Tiga tahun setelahnya, pada 22 Desember 1838 Laval ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Paris Hyacinthe-Louis de Quélen. Setelah itu, ia bekerja sebagai pastor paroki sampai 1840.

Pada 14 September 1841, atas permintaan dan minat pribadinya, Pastor Laval muda dikirim untuk bermisi di pulau Mauritius.

Di sana, ia menemukan kenyataan yang sangat mengenaskan. Sebagian besar umatnya adalah mantan budak yang miskin dan tidak berpendidikan. Dia tinggal bersama mereka dan belajar bahasa mereka sementara juga berpuasa ketika persediaan makanan kurang; bahkan ia rela tidur di peti kemas.

Ilmu medis yang ia peroleh sebelumnya ia manfaatkan betul untuk melayani mereka yang sakit. Ia juga bekerja keras untuk meningkatkan pertanian dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Banyak yang meyakini bahwa Pasto Laval berhasil mengubah hidup setidaknya 67.000 orang ke arah yang lebih baik.

Karya besar Pastor Laval akhirnya mencapai titik akhir ketika ia meninggal pada 9 September 1864 di Port Louis, Mauritius, pada 60 tahun.

Pastor Laval secara resmi dinyatakan sebagai seorang beato pada 29 April 1979 oleh Paus Yohanes Paulus II. Misa beatifikasinya berlangsung di Vatikan.

Pada 14 Oktober, 1989, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi makam Beato Laval saat ia mengunjungi Mauritius.

Dan, 30 tahun setelahnya, makam Beato Laval kembali dikunjungi oleh Paus Fransiskus. Kunjungan Paus Fransiskus ini bertepatan dengan hari kematian Beato Laval, 9 September.

Setiap tahun, tepat pada tanggal kematian Beato Laval, rakyat Mauritius mengadakan festival dan prosesi dari gereja ke makamnya. Tak sedikit juga umat yang berziarah ke makam Beato Laval.

2,993 total views, 1 views today

Bagikan Artikel Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *