Katolikpedia.id

Corona Menyebabkan 24 Romo Meninggal Dunia, Termasuk 4 Diakon dan 2 Suster

Romo Meninggal Dunia di Meksiko

Katolikpedia.id – Sebuah media Katolik yang berbasis di Meksiko, the Catholic Multimedia Center (CCM), menyebutkan bahwa pandemi virus corona yang melanda negara itu menyebabkan 24 romo meninggal dunia.

Selain itu, ada empat diakon dan dua suster juga meninggal akibat virus corona ini. Jumlah imam, diakon, dan suster yang meninggal tersebut merupakan akumulasi selama tiga bulan terakhir.

Di Meksiko, covid-19 pertama kali terdeteksi pada 27 Februari 2020. Sejak itu, jumlah orang yang terpapar virus ini meningkat secara signifikan.

BACA: Syukurlah, Gereja di Keuskupan Ruteng Kembali Dibuka. Patuhi Sejumlah Aturan ini!

Data terbaru Google News (23/6/2020) menyebutkan, kasus covid-19 di Meksiko sebanyak 185.122. Korban meninggal sebanyak 22.584. Sementara pasien sembuh sebanyak 140.118.

Berdasarkan data tersebut, Universitas Kedokteran Johns Hopkins menempatkan Meksiko sebagai negara ke-15 dengan kasus covid-19 terbanyak di dunia, dan negara ketujuh untuk total angka kematian terbanyak di seluruh dunia.

Menukil Aletei.org (23/6/2020), hanya sedikit publikasi tentang mengenai romo, suster, dan diakon yang meninggal dunia karena terpapar corona di Meksiko.

Sejauh ini informasi tentang romo meninggal dunia atau suster dan diakon yang meninggal karena covid-19 jarang dipublikasikan. Beruntung CCM, yang selama ini mengumpulkan data mengenai imam dan biarawan-biarawati yang meninggal karena ditembak atau diculik, berusaha mengumpulkan informasi ini sehingga bisa dipublikasikan.

Untuk nama-nama para romo, diakon, dan suster yang meninggal akibat virus ini, silakan klik link di bawah ini:

Romo, Diakon, dan Suster yang meninggal karena Covid-19.

Hingga kini, jumlah orang yang terpapar virus corona di Meksiko mulai menurun. Rata-rata hanya sekitar 3.500 kasus baru per hari. Jumlah ini jauh menurun dibanding beberapa waktu lalu.

Karena itu, pemerintah Meksiko sudah mengubah status pandemi di negara itu dari merah ke oranye. Itu artinya, aktivitas warga di sana berangsur-angsur kembali normal. Termasuk di antaranya Misa dan pelayanan sakramen di gereja-gereja Katolik.

Namun, kondisi new normal ini diserahkan kepada pemerintah tingkat daerah untuk menentukan kembalinya aktivitas warga, sesuai dengan kondisi di wilayahnya masing-masing.

Kita juga berharap agar pandemi di Indonesia juga mulai menurun sehingga kita bisa pergi ke gereja untuk mengikuti Misa.

BACA JUGA: Puji Tuhan! Gereja Kembali Dibuka, Umat di Keuskupan Bogor Bisa Pergi ke Gereja

Beberapa keuskupan di Indonesia sudah membuka kembali gereja untuk Misa dengan tetap memperhatikan standar penanganan virus ini. Keuskupan-keuskupan itu di antaranya, Keuskupan Bogor, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Atambua, dan beberapa keuskupan lain.

Keuskupan Agung Jakarta sendiri sudah merencanakan untuk kembali menggelar Misa di gereja pada pertengahan bulan Juli. Kita berdoa agar semua berjalan sesuai rencana.

Silakan dukung TravelStory Katolikpedia dengan cara SHARE video ini:

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Cerita Unik Romo Chris Piasta, Si Pelayan Misa untuk Penumpang Pesawat di Bandara

Steve Elu

Apa Perbedaan Peringatan, Pesta, dan Hari Raya dalam Gereja Katolik?

Tiwie Pert

Kisah Pilu Seorang Ayah dan Puterinya Tenggelam di Sungai Rio Grande. Ini Detail Kejadiannya!

Edeltrudizh

Leave a Comment