Katolikpedia.id

Salib Corona harus Dipanggul Bersama

Romo Paulus Halek SSCC

Katolikpedia.id – Ribuaan tahun silam, Yesus dengan setia menerima dan menjalani hukuman salib, bahkan rela mati tersalib. Salib merupakan sebuah hukuman yang terhina bagi mereka yang bersalah. Yesus dihukum salib bukan karena Dia berbuat salah, namun akibat Dia menyatakan diri Sebagai Anak Allah, dan memperjuangkan keadilan bagi orang tertindas.

Kisah salib menjadi sesuatu yang berada di luar kepala semua orang Kristiani. Bahkan banyak juga sampai salah memahami arti salib, ketika makna salib tidak dihayati dalam hati dan Budi yang jernih, melainkan sekedar sebuah hafalan tradisi di luar kepala dan ikut-ikutan terbawa perasaan.

Yesus menerima hukuman itu tanpa banyak komplain, meski Dia sadar bahwa dia tak bersalah. Sebab Dia tahu wafat-Nya akan membawa keselamatan bagi dunia. Dan hanya jalan salib satu-satunya jalan yang perlu dilalui menuju wafat dan kebangkitan hidup baru.

2020: salib Corona

Makna Salib Umat Katolik
Foto: Romo Paulus Halek SSCC

Rasanya inilah sebuah jalan salib baru bagi semua manusia di seluruh dunia. Kita sedang bersama Yesus dalam jalan salib baru menuju Golgota. Salib Corona itu kecil tak terlihat namun sungguh berat untuk dipikul bersama, entah secara psikologis, spiritual, sosial dan ekonomis.

Saat terindikasi kena Corona, tentu orang merasa takut, gelisah, bahkan kehilangan harapan hidup. Dalam situasi ini, kita butuh berkumpul untuk berdoa bersama, berbagi kisah iman, dan saling meneguhkan.

BACA: Paus Bikin Komisi Baru untuk Pelajari Kemungkinan Ada Diakon Perempuan

Namun, kita tak boleh lakukan itu. Meski tinggal di rumah, kita harus tetap menjaga jarak atau social distance. Corona membawa orang pada kesadaran baru untuk tak boleh terlalu dekat dan terikat satu sama lain. Mari kita jaga jarak agar Tuhanlah yang mengisi kekosongan itu.

Dalam situasi ini, keluarga pun berjuang untuk mempertahankan hidup. Orang tua memikirkan kebutuhan hidup tiap hari, masa depan anak-anak, dan ke mana arah perahu keluarga ini berlayar.

Bersama kita bisa

Yesus telah memberi hidup-Nya untuk keselamatan dunia, dirimu dan saya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan bersama agar karya keselamatan itu terus ada, khususnya dalam bahaya wabah Corona ini?

Dalam perjamuaan terakhir bersama murid-Nya, Yesus memberikan contoh hidup untuk kita. Dia melepas jubah-Nya dan mencuci kaki para murid. Kamu memanggil Aku, Tuhan dan guru, itu benar. Seperti Aku telah melakukannya untuk kamu, hendaklah kamu lakukan itu untuk satu sama lain. Inilah pesan Yesus untuk kita agar hidup dalam kasih dan sikap rendah hati.

BACA JUGA: Ini Deretan Aktor Pemeran Tokoh Yesus. Ada Juga yang Muslim

Salib Corona mengantar kita pada kebangkitan iman bersama Yesus. Kita makin sadar bahwa hidup kita miliki Tuhan, dan segala yang kita miliki berasal dari Tuhan. Tuhan mempercayakan semuanya itu pada kita agar kita hidup sejahtera, adil, dan bahagia.

Karena itu, janganlah berhenti pada kebahagiaan diri. Tengoklah di sekitarmu. Di sana masih banyak sesama yang menderita akibat salib Corona. Mungkin berat yang keluargamu tanggung dengan yang keluarga lain tanggung tidak sama. Tapi kita harus tetap saling menguatkan.

Marilah, kita saling berbagi agar kita semua terselamatkan dan bangkit setelah melewati jalan salib corona. Mari kita mendengarkan suara keselamatan dari semua yang kita percayakan.

Dengan hidup disiplin, mau berbagi dalam kasih, dan rendah hati, kita tak jadi Pilatus baru yang menjatuhkan hukuman salib corona bagi banyak orang. Tuhan memberkati.

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Paus Fransiskus Umumkan Mgr Ignatius Suharyo sebagai Kardinal Baru Indonesia

Tiwie Pert

Wakili Umat Katolik Indonesia, Kardinal Suharyo Ucapkan Selamat kepada Jokowi – Ma’ruf

Edeltrudizh

Mari Doakan Negara Kita dengan Doa Singkat Ini

Edeltrudizh

Leave a Comment