Katolikpedia.id

Sejak Kapan Orang Katolik Membuat Tanda Salib Saat Berdoa? Apa Wajib Dilakukan?

Sejarah Tanda Salib dalam Agama Katolik

Katolikpedia.id – Salah satu penanda untuk tahu seseorang itu Katolik atau tidak, kita bisa melihat dari cara dia berdoa. Kalau dia Katolik berarti dia akan membuat Tanda Salib saat berdoa.

Nah, pernahkah terpikirkan oleh kita untuk bertanya, sebetulnya sejak kapan kebiasaan membuat Tanda salib saat berdoa itu mulai digunakan oleh orang-orang Katolik?

Berikut ini akan disajikan runutan waktu sejak kapan tanda salib menjadi salah satu doa umat Katolik, dan juga sebagai pembuka maupun penutup doa.

# Gereja perdana

Diyakini bahwa gerakan membuat tanda salib sudah dimulai sejak Gereja Perdana. Ketika itu umat Kristiani yang berkumpul untuk berdoa dari rumah ke rumah memakai tanda salib untuk mengawali dan mengakhiri doa.

# Tertulianus

Ajaran tentang penggunaan tanda salib dalam doa dimulai pada masa Bapa Gereja awal. Salah satunya adalah Tertulianus (wafat 250).

BACA: Jika Tak Sempat Berdoa Rosario, Anda Bisa Juga Mendoakan Doa Ini. Singkat Tapi “To The Point”

Tertulianus menggambarkan kebiasaan membuat Tanda salib demikian. “Dalam segala kegiatan dan gerakan, setiap kali kami datang maupun pergi, saat mengenakan sepatu, saat mandi, saat makan, saat menyalakan lilin, saat berbaring, saat duduk, dalam segala apapun yang kami lakukan, kami menandai dahi kami dengan Tanda Salib” (De corona, 30).

# Sirilus dan Yerusalem

St. Sirilus dari Yerusalem (wafat tahun 386) dalam Pengajaran Katekesenya menyatakan, “Jadi, marilah kita tanpa malu-malu mengakui Yang Tersalib. Jadikan Salib sebagai meterai kita, yang dibuat dengan mantap menggunakan jari-jari di dahi kita dan dalam segala kesempatan; atas roti yang kita makan dan cawan yang kita minum, saat kita datang dan saat kita pergi; sebelum kita tidur, saat kita berbaring dan saat kita terjaga; saat kita bepergian, dan saat kita beristirahat” (Katekese, 13).

# Umum digunakan

Tanda salib kemudian resmi digunakan sekitar tahun 400-an, yaitu saat munculnya bidaah Monophysite yang menyangkal adanya dua kodrat dalam pribadi ilahi Kristus, dan dengan demikian menyangkal persekutuan Tritunggal Mahakudus.

# Instruksi Resmi

Suatu instruksi resmi untuk membuat tanda salib saat mengawali dan mengakhiri doa datang dari Paus Inosensius III (1198 – 1216). Hal ini secara jelas menunjukkan tradisi membuat tanda salib sudah mulai resmi digunakan di kalangan Gereja.

Dengan demikian, kita tahu jelas bahwa penggunaan Tanda Salib sebagai pembuka maupun penutup doa sudah lama muncul, bahkan seiring lahir dan perkembangan Gereja Katolik.

Karena itu, di mana pun Anda berada dan kapan pun Anda berdoa, jika Anda seorang Katolik janganlah ragu untuk membuat Tanda Salib saat berdoa. Itulah tanda kemenangan kita, identitas seorang Kristiani.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan dibagikan kepada teman dan kenalanmu agar iman kita semakin diperkaya.

Disusun ulang dari indocell.net

NB: Video berikut ini adalah salah satu video hasil dari Program TravelRohani yang dirintis oleh Katolikpedia. Silakan dukung program ini dengan SUBSCRIBE, LIKE, dan SHARE video berikut ini.

Artikel Terkait:

Terkenal Pintar dan Sudah Bekerja di Amerika, Pria Ini Malah Memilih Menjadi Imam. Ini Kisahnya!

Steve Elu

Taman Rohani Jati Segara Wening, Tempat Ziarah Terbaru di Tegal Bagi Umat Katolik

Tiwie Pert

Paus Fransiskus Umumkan Mgr Ignatius Suharyo sebagai Kardinal Baru Indonesia

Tiwie Pert

Leave a Comment