Katolikpedia.id

Apakah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam Sudah Ada Sejak Gereja Katolik Berdiri?

Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Katolikpedia.id – Sebagian umat Katolik mungkin bertanya-tanya, sejak kapan Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam? Apakah hari raya itu sudah ada sejak awal Gereja Katolik berdiri?

Atau, bisa jadi ada juga umat Katolik yang belum tahu dan memahami makna dari salah satu hari raya besar dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik tersebut.

BACA: Peringatan Paus Fransiskus: Selamatkan Anakmu dari Pengaruh Buruk Teknologi Digital

Bagi mereka yang belum tahu atau sudah pernah mendengar penjelasan tentang hal ini, mari kita cari tahu sama-sama. Kita mencoba mengulasnya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan pendek.

Apakah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam sudah ada sejak awal Gereja Katolik berdiri?

Tentu saja tidak. Perayaan Hari Raya tersebut baru mulai ditetapkan atau masuk dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik pada 1925.

Jadi, penetapan hari raya ini belum genap 100 tahun. Sementara Gereja sudah berdiri sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lampau.

Siapa yang menetapkan hari raya tersebut?

Hari raya yang kita rayakan hari ini, Minggu, 24 November 2019, ditetapkan oleh pimpinan tertinggi Gereja Katolik pada masa itu, Paus Pius IX. Penetapan ini dikukuhkan dalam dokumen resmi Gereja yakni Quas Primas.

Dijadwalkan juga bahwa Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dirayakan setiap hari Minggu terakhir bulan Oktober, sebelum peringatan arwah semua umat beriman.

Apa inti dokumen tersebut?

Dalam dokumen tersebut, Paus Pius IX menegaskan bahwa dengan gelar dan perayaan pesta itu, Kristus diakui lebih tinggi dan berkuasa di atas segala kekuatan yang diagung-agungkan oleh dunia.

Apakah pernah mengalami perubahan?

Penetapan jadwal pelaksanaan perayaan ini mengalami perubahan setelah Konsili Vatikan II, atau lebih tepatnya pada 1970. Perubahan lebih terkait dengan hari pelaksanaan.

Ditetapkan bahwa hari raya tersebut dirayakan pada hari Minggu Biasa ke XXXIV, sebelum dimulainya Masa Adven.

Mengapa berubah?

Gereja ingin menegaskan bahwa Kristus adalah alfa dan omega. Ia adalah awal dan akhir. Gereja Katolik mengawali Kalender Liturgi pada Minggu pertama Adven dan akan berakhir pada Minggu Biasa XXXIV.

Maka tepat di Minggu Biasa ke-34 inilah Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Hari raya “awal dan akhir” yaitu Kristus sendiri.

Apa pesannya untuk kita?

Meski Gereja menetapkan Kristus sebagai Raja Semesta Alam, konsep raja dan kuasa yang dimiliki oleh Yesus jauh berbeda dengan yang dimiliki manusia.

Dia adalah raja yang memilih cara paling sederhana untuk datang dan tinggal di antara manusia lewat keluarga Nazareth. Kuasa yang Ia tunjukkan merupakan kuasa yang mampu menyelamatkan dari agas kayu salib.

Justru dengan merayakan Kristus sebagai raja, maka kita mengakui dan hendak mengimani apa yang Ia lakukan sepanjang hidup-Nya, dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran-Nya.

Apakah kita siap?

(Silakan masing-masing kita menjawabnya).

Artikel Terkait:

Berapa Gaji Tahunan Paus Fransiskus? Ini Penjelasannya!

Edeltrudizh

Bareng Mgr John Philip Saklil Ke Korea Selatan dan Inilah Sosok Mgr John yang Sebenarnya

Steve Elu

Hargai Umat Nasrani yang ke Gereja, Waktu Pelantikan Presiden Diundur

Edeltrudizh

Leave a Comment