Katolikpedia.id

Kamu Seorang Pendaki Gunung? Berbahagialah Karena Hobimu Sama dengan Yesus

Yesus Suka Mendaki Gunung

Katolikpedia.id – Jika kamu seorang pendaki gunung, kamu layak berbahagia. Sebab hobimu itu sama dengan Yesus. Yesus pun seorang pendaki gunung.

Kok bisa? Kitab Suci menyebutkan secara jelas bahwa ketika mau berdoa Yesus menyingkir dan naik ke atas gunung. Ia pergi ke gunung untuk berdoa.

Tentang hal ini, setidaknya kamu bisa membaca ayat-ayat Alkitab berikut ini.

MOHON DUKUNGAN:

Matius 17:1: “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.” (Kisah yang sama ada juga di Markus 9:2 atau Lukas 9:28).

Yohanes 6:15: “Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.”

Rupanya sikap Yesus yang menyingkir ke gunung usai mengajar ini menjadi perhatian khusus Paus Fransiskus untuk merefleksikan tentang Minggu Misi Sedunia, hari Minggu kemarin.

Dalam kotbahnya, Bapa Suci mengingat kembali gunung-gunung dalam Kitab Suci, seperti Gunung Sinai dan Gunung Karmel, Kotbah Yesus di Gunung, transfigurasi Yesus di Gunung Tabor, penyaliban Yesus di Gunung Kalvari, dan kenaikan Yesus ke surga dari Bukit Zaitun.

“Gunung itu juga tempat di mana Yesus menghabiskan beberapa jam dalam doa untuk menyatukan surga dan bumi dan untuk mempersatukan kita, saudara dan saudari-Nya, dengan Bapa,” ujar Paus Fransiskus, seperti dilansir dari Vaticannews.va (22/10/2019).

Refleksi tentang pendaki gunung

Paus asal Argentina itu menjelaskan, gunung memberi tahu kita bahwa kita dipanggil untuk mendekat kepada Allah dan kepada orang lain dalam keheningan dan doa. Gunung menghindarkan kita dari hiruk-pikuk dan gosip yang senantiasa menyita perhatian kita.

“Gunung menyatukan kita dengan Allah dan saudara-saudari kita dalam satu pelukan doa

Paus Fransiskus

Gunung menarik kita untuk naik dan menjauh dari hal-hal yang sementara, dan memanggil kita untuk menemukan kembali apa yang esensial dan abadi yakni Allah dan saudara-saudari kita.

Paus mengajak kita untuk belajar dari seorang pendaki gunung. Untuk mencapai puncak gunung, si pendaki gunung harus naik.

“Kita dilahirkan bukan untuk tetap di tanah. Kita dilahirkan untuk naik mencapai ketinggian dan di sana kita dapat bertemu dengan Tuhan dan saudara-saudara kita,” katanya.

Selain itu, seorang pendaki gunung benar-benar memikirkan apa yang paling penting saja saat ia mau mendaki. Yang tidak penting ia tinggalkan.

Itulah panggilan kita. Kita harus melepaskan diri dari hal-hal yang mengikat diri kita agar kita bisa naik ke gunung untuk bertemu dengan Tuhan. Pendaki harus membuat perjalanannya seringan mungkin.

Hal yang sama dilakukan oleh Yesus. Di tengah puja-puji yang Ia terima karena mengajar dan menyembuhkan, Ia menyingkir. Yesus naik ke gunung untuk berdoa – bertemu dengan Bapa.

Maka, jika kamu seorang pendaki gunung kamu memiliki hobi yang sama dengan Yesus: bersedia menyingkir ke tempat yang khusus dengan membawa ‘barang seadanya’ untuk bertemu dengan Tuhan.

Sumber: Vaticannews.va

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Panduan Novena Santa Anna untuk Mohon Keturunan dan Keselamatan Bayi dalam Kandungan

Tiwie Pert

5 Ayat Alkitab ini Bisa Memotivasi Suasana Hatimu Ketika Galau

Edeltrudizh

Cemas Karena Covid-19? Yuk, Coba Renungkan 10 Ayat Alkitab Ini!

Edeltrudizh

Leave a Comment