Gua Maria Kaliori, Tempat Ziarah Katolik Terkenal di Purwokerto-Jawa Tengah

Katolikpedia.id – Senja belum bertandang kala saya menginjakkan kaki di pelataran sebuah gereja berbentuk bangunan Joglo, khas rumah tradisional Jawa Tengah. Ya, saya tengah berada di Gereja Katolik Katedral Kristus Raja Purwokerto, Jawa Tengah.

Saat saya memasuki halaman kompleks Gereja Katedral Purwokerto ini, suasana sepi melingkupi. Seorang penjaga di pos pintu masuk menyambut dengan senyum dan anggukan kepala. Saya pun membalas dengan anggukan dan senyuman.

Oh ya, ini kali kesekian saya mengunjungi Gereja Kristus Raja Purwokerto. Namun kunjungan terakhir saya ke tempat ini sudah lama sekali. Mungkin 4 atau 5 tahun yang lalu.

Bangunan Gereja Katederal Kristus Raja Purwokerto
Foto: Katolikpedia.id

Dari luar, sepertinya tak ada yang berubah dengan bangunan gereja ini. Nampak menara tinggi dengan lonceng besar di bagian bawah menara di sisi kiri. Dan di sisi kanan halaman terdapat taman dengan patung Kristus Raja menjulang.

Taman patung Kristus Raja ini juga biasa digunakan umat untuk berdoa. Ada alas duduk atau berlutut di sana dan bekas lelehan lilin.

BACA: Taman Doa Regina Rosari, Wisata Rohani Katolik Favorit di Kota Cirebon

Setelah melihat taman sebentar, saya menaiki anak tangga menuju pintu utama yang tertutup. Ternyata ada perubahan yang saya dapati. Sekarang ada dua kapel, satu di sisi kanan dan satu kapel di sisi kiri.

Dulu hanya ada kapel di sisi kanan. Ini kapel untuk berdoa melalui perantaraan Bunda Maria. Sekarang ada tambahan kapel di sisi kiri, Kapel Adorasi di Gereja Katedral Purwokerto.

Interior Gereja Katedral Purwokerto
Foto: Katolikpedia.id

Suasana hening melingkupi dua kapel ini. Ada umat yang datang berdoa di kapel Bunda Maria saat saya masuk ke sana. Setelah mengambil waktu hening sebentar, saya menengok sebentar ke Kapel Adorasi. Lalu saya bergegas menuju pintu samping gereja karena pintu utama tak dibuka.

Wah, sekarang sudah ada balkon di gereja ini. Daya tampung umat semakin banyak berarti. Saat mengikuti perayaan Ekaristi, umat bisa memilih akan duduk di lantai satu atau di balkon. Ada tangga di sisi kanan dan kiri menuju balkon.

Kesan megah dengan interior unik begitu terasa di gereja ini. Tak ada tiang penyangga di bagian tengah bangunan. Patung Yesus, Bunda Maria, dan orang kudus menghiasi gereja. Di sisi kanan depan ada seperangkat gamelan yang biasanya digunakan dalam Misa Bahasa Jawa atau perayaan khusus.

Gua Maria Kaliori Purwokerto

Tak lama singgah di Gereja Katedral, saya meneruskan perjalanan. Mumpung lagi di sini, saya juga ingin bertandang ke tempat ziarah Katolik terkenal di Purwokerto. Gua Maria Kaliori.

Jalan Salib Kecil Gua Maria Kaliori
Foto: Katolikpedia.id

Sebenarnya tempat wisata rohani Katolik Purwokerto ini tak persis di Purwokerto, tapi ada di daerah Kaliori, Banyumas. Jaraknya sekitar 30 menit dari Purwokerto.

Saat mengunjungi Gua Maria Kaliori Banyumas ada dua pilihan pintu masuk yang bisa dipilih. Kalau kamu naik kendaraan umum dari Purwokerto atau dari Yogyakarta, kamu bisa turun di daerah Kalibagor. Ada papan petunjuk Gua Maria Kaliori.

Dari Yogyakarta, petunjuk jalan ada di sebelah kanan. Kalau dari Purwokerto papan petunjuk di sisi kiri jalan.

Dari pinggir jalan utama, kamu jalan sebentar sekitar 5-10 menit untuk sampai di kompleks Gua Maria Kaliori. Di dekat gapura pintu masuk ini ada pendopo untuk beristirahat atau berhimpun. Di sekitar area ini terdapat makam para imam dan makam umat.

Ada patung Yesus merentangkan tangan menyambut di pintu masuk. Kalau kamu ingin melakukan Jalan Salib kamu bisa memilih jalan ke arah kanan. Ada rute Jalan Salib panjang yang akan kamu lalui. Jalan Salib ini berujung di gua Maria.

Bila kamu ingin langsung ke gua, kamu bisa menaiki anak tangga di sisi kiri. Anak tangga ini akan membawamu langsung ke area gua Maria.

Kalau kamu membawa kendaraan pribadi seperti motor atau mobil, kamu juga bisa lewat pintu masuk di dekat Rumah Retret Santa Maria Immaculata dan Wisma OMI.

Patokannya adalah jalan di seberang Bumi Perkemahan Kaliori. Ada papan petunjuk menuju Wisma OMI atau arah Panti Jompo Catur Nugraha.

Ketika saya tiba di kompleks Gua Maria Kaliori, gelap malam sudah menyapa. Sehingga saya memilih untuk masuk lewat pintu di dekat Wisma OMI.

Patung Yesus Gua Maria Kaliori
Foto: Katolikpedia.id

Malam itu suasana begitu sepi. Setelah istirahat sejenak di bangku depan toko sovenir, saya menuju area Gua Maria Kaliori.

Hmmm… sudah ada tambahan di bagian depan, yakni tempat untuk berdoa kepada Bunda Maria. Saya berhenti sebentar lalu menuju gua Maria.

Ada satu keluarga, suami-istri dengan dua anaknya baru selesai berdoa. Kami hanya bertukar senyum untuk menyapa.

Saya melihat-lihat sekeliling area gua Maria. Ada toilet di dekat pintu masuk gua, sakristi, Taman Rosario Hidup, dan gua. Gua Maria juga sudah dipercantik dengan lengkungan kaca patri di bagian depannya.

Patung Bunda Maria di Gua Maria Kaliori ini diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II saat mengunjungi Indonesia dan mengadakan Misa di Yogyakarta pada 10 Oktober 1989. Bapa Suci juga menandatangani prasasti yang ada di gua Maria.

Patung Bunda Maria Taman Doa Kaliori
Foto: Katolikpedia.id

Hening dan Asri

Semilir angin malam, gemerisik dedaunan dan binatang malam terdengar begitu jelas di tengah keheningan. Hal ini membuat tempat ziarah rohani Katolik di Purwokerto ini sangat cocok untuk berdoa.

Pepohonan yang rindang melingkupi kompleks gua Maria. Kalau terik matahari pada siang hari menyengat, kamu nggak usah khawatir kepanasan di tempat ini. Adanya pepohonan yang rindang membuat hawa sejuk dan suasana teduh.

Patung 7 Dukacita Maria Gua Maria Kaliori
Foto: Katolikpedia.id

Gua Maria ini banyak dikunjungi peziarah. Baik oleh umat sekitar Keuskupan Purwokerto maupun dari keuskupan lain atau dari luar kota Purwokerto. Makanya, ia menjadi salah satu tempat ziarah terkenal Purwokerto.

Di kompleks gua Maria tidak boleh membawa makanan dan tidak bisa menginap. Jika ada peziarah dari luar kota ingin menginap disarankan untuk menghubungi Wisma OMI yang mengelola tempat untuk retret. Di dekat gua Maria juga ada gereja yang digunakan umat untuk Misa.

Bagi kamu yang ingin berziarah ke tempat ziarah Katolik Purwokerto ini, kamu bisa datang kapan saja. Gua Maria Kaliori buka 24 jam.

Pihak pengelola gua Maria membuat novena dan Misa rutin di tempat ini. Atau saat perayaan khusus Bunda Maria atau perayaan lainnya juga ada perayaan Ekaristi yang bisa diikuti umat.

Soal penjual makanan dan minuman, karena tak persis di pinggir jalan utama, sebaiknya kamu membawa bekal minuman dan atau makanan jika diperlukan. Tapi ingat untuk tetap menjaga kebersihan tempat ziarah Katolik ini ya.

Usai merasa cukup untuk hening dan melihat-lihat, saya kembali meneruskan perjalanan… meneruskan peziarahan yang masih harus terus berlanjut. Selamat menempuh peziarahan.

2,428 total views, 2 views today

Bagikan Artikel Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *