Katolikpedia.id

Tiga Sosok yang Biasa Dilupakan Umat Katolik dalam Peristiwa Wafat Yesus di Golgota

Peristiwa Wafat Yesus di Salib dan Longinus

Katolikpedia.id – Kita baru saja melewati Paskah, di mana kita memperingati peristiwa salib, wafat dan kebangkitan Yesus. Banyak sekali sosok yang terlibat dalam peristiwa ini. Namun, ada tiga tokoh yang sering dilupakan dalam peristiwa wafat Yesus di Golgota.

Padahal, ketiga sosok ini punya peran penting dalam peristiwa penyaliban. Kita sering mengingat peristiwanya, namun lupa akan sosok yang “memerankannya”.

Ini bukan karena umat Katolik dengan sengaja mau melupakan tiga sosok dalam peristiwa wafat Yesus di Golgota. Tapi karena penulis Injil juga sangat sedikit menyebut ketiga tokoh ini.  Siapa saja mereka?

Longinus

Konon banyak kisah menyebutkan bahwa Longinus adalah perwira yang menikam lambung Yesus. Diceritakan mata Longinus setengah buta saat ia ikut menggiring dan menyalibkan Yesus.

Namun, saat ia menikam lambung Yesus beberapa percikan darah dan air dari lambung Yesus jatuh ke matanya. Seketika itu juga matanya menjadi sembuh. Maka ia pun bertobat.

BACA: Paus Fransiskus: Ini Paskah yang Sunyi! Tapi Tuhan Tak Meninggalkan Kita

Sebagain legenda menyebutkan, setelah merasakan mukjizat tersebut Longinus pun ikut membantu menurunkan jenazah Yesus untuk dimakamkan.

Legenda lain lagi menyebutkan bahwa Longinus mengikuti anjuran para rasul dan menjadi seorang pertapa di Kapadokia. Ia terus berkotbah dan memberi kesaksian tentang Yesus Kristus.

Menukil catholic.org (15/4/2020), Longinus sempat ditangkap oleh Gubernur waktu itu dan dipaksa untuk meninggalkan imannya. Namun ia bersikukuh mempertahankan iman akan Yesus. Ia sempat dipotong lidahnya, namun pada kenyataan ia tetap bisa berbicara dengan sangat jelas layaknya orang sehat.

Longinus kemudian diangkat menjadi seorang santo. Peninggalan St. Longinus masih ada di gereja St. Augustine, Roma, hingga sekarang. Tombaknya menjadi salah satu dari empat pilar di atas altar di Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Dismas

Masing-masing kita pasti masih ingat, dua orang yang disalibkan bersama Yesus. Yang satu berada di sisi kanan dan yang satu lagi berada di sisi kiri. Penginjil Lukas tidak menyebut nama kedua penjahat itu. Dalam perikop 23:39-43, Lukas menyebut kedua orang itu sebagai “penjahat”.

Nama kedua penjahat itu justru disebut dalam Injil Nikodemus, sebuah injil apokrif yang berasal dari Abad keempat. Di sana disebutkan bahwa penjahat yang berada di sebelah kanan bernama Dismas.

Dismas adalah penjahat yang diceritakan bertobat menjelang ajalnya. Ia menyesali dosa-dosanya dan mohon ampun pada Yesus.

BACA JUGA: Paus Fransiskus : Jangan Keras Kepala seperti Petrus. Belajarlah Memaafkan!

[23:41] Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. [23:42] Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Dan Yesus pun menjawab, [23:43] “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Bagi kita umat Katolik, peran Dismas ini penting. Sikap Dismas yang menyesali perbuatannya di hadapan Yesus dan mohon pengampunan, memberi contoh bagaimana kita perlu mengubah sikap hidup kita, setelah merasakan cinta Yesus yang begitu besar dan dahsyat.

Gereja menetapkan Dismas sebagai serorang santo.

Gestas

Sementara seorang lain yang disalibkan di sisi kiri Yesus bernama Gestas. Berbeda dengan Dismas, Gestas justru minta keselamatan dari Yesus dengan nada mencibir.

[23:39] “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

Apa yang diungkapkan Gestas tersebut mewakili kebebalan hati kita. Meski sudah menyaksikan kasih Allah yang begitu besar, hati kita masih sungkan untuk mengakuinya. Kita malah minta lebih.

Walau terkesan negatif, sikap Gestas terhadap Yesus bagi pengunjil Lukas justru memperlihatkan sikap manusiawi kita.

Maka, jangan melupakan, apalagi membenci keberadaan Gestas. Ia punya peran penting bagi pertumbuhan iman kita, terutama ketika kita merenungkan Peristiwa Wafat Yesus di Golgota.

Inilah tiga sosok yang baik untuk selalu kita ingat. Setiap kita memandang salib, gambaran akan murid yang baik dan yang jahat mesti selalu membayangi kita agar kita tidak salah dalam menentukan sikap hidup kita.

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

Serahkan Istirahat Malammu Kepada Tuhan Melalui Dua Doa Malam Sebelum Tidur Ini

Edeltrudizh

5 Hal Penting dalam Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus Awal September Nanti. Apa Saja?

Admin

Serahkan Anak-anakmu Kepada Bunda Maria Melalui Doa Ini

Admin

1 comment

Gereja dan Booming Live Streaming | Katolikpedia.id April 16, 2020 at 7:12 am

[…] BACA JUGA: Tiga Sosok yang Biasa Dilupakan Umat Katolik dalam Peristiwa Wafat Yesus di Golgota […]

Reply

Leave a Comment