Katolikpedia.id

Tiga Peristiwa Ini Membuat Yesus Pernah Menangis untuk Kita. Coba Perhatikan!

Yesus Pernah Menangis untuk Kita Katolikpedia

Katolikpedia.id – Ada tiga peristiwa yang membuat Yesus pernah menangis untuk kita. Ketiga peristiwa itu tertulis jelas dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.

Setidaknya, merujuk pada tiga peristiwa tersebut, kita yakin bahwa Yesus juga menangis ketika melihat peristiwa tersebut berulang kita lakukan, atau yang terjadi lagi di masa sekarang.

Tangisan Yesus, seperti yang digambarkan dalam Kitab Suci tersebut, merupakan ungkapan kedekatan-Nya dengan kita semua. Hati Yesus sangat tersentuh karena melihat keadaan kita sekarang.

MOHON DUKUNGAN:

Peristiwa apa saja yang membuat Yesus pernah menangis untuk kita? Mari perhatikan baik-baik.

1. Yesus menangis karena Lazarus

Penginjil Yohanes menulis, hati Yesus sangat terharu ketika ia datang dan mendapati Maria sedang menangis lantaran saudara laki-lakinya, Lazarus, meninggal.

Dikatakan, Yesus menangis melihat Maria yang menangis karena kehilangan saudaranya itu, seperti yang tertulis dalam Yohanes 11:32-35. Yesus menitikkan airmata melihat orang yang dikasihi-Nya menangis.

Kita percaya bahwa kita adalah anak-anak Allah. Anak yang dicintai dan dikasihi oleh Tritunggal Maha Kudus. Maka, ketika kita sedang menangis karena menderita, Yesus pun menangis bersama kita. Ia berada di dekat kita.

Dan kita percaya pula bahwa Yesus punya kekuatan untuk mengubah airmata menjadi tawa, kesedihan menjadi kegembiraan. Maka ia membangkitkan Lazarus. Yesus senantiasa bersedia menolong kita, dan mengangkat kita dari jurang kesedihan. Percayalah!

2. Yesus Menangisi Yerusalem

Lukas 19:41-42 memberi gambaran bahwa hati Tuhan sangat sedih melihat perilaku tak terpuji penduduk kota Yerusalem. Hati Yesus ikut terluka melihat ulah kita yang semakin menjauh dari-Nya.

Sebagai Tuhan yang penuh belas kasih, ia juga merasa sedih ketika kita memilih menjauh dari-Nya daripada hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

Namun, hal yang selalu menggembirakan kita adalah Yesus selalu menantikan pertobatan kita. Korban keselamatan di Golgota itu hanya terjadi sekali dan untuk selama-lamanya. Artinya, seberat apa pun dosa kita, Yesus telah menebus kita dengan wafat dan kebangkitan-Nya.

3. Tangisan dan doa

Surat Ibrani menggambarkan, Yesus selalu mendengarkan doa dan permohonan kita.

“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya. Ia telah didengarkan” (Ibrani 5:7)

BACA: Panduan Novena Kepada Santo Antonius Padua

Digambarkan bahwa Tuhan menginginkan “hati yang menyesal.” Dia ingin doa kita menjadi ekspresi tentang siapa kita dan bukan hanya sesuatu yang ada di permukaan.

Dengan kata lain, doa harus mencakup seluruh keberadaan kita, bahkan berdoa dengan segenap jiwa kita, mengizinkan Tuhan masuk ke dalam setiap aspek kehidupan kita.

Tiga rujukan ayat Kitab Suci ini memberi gambaran jelas bahwa Yesus pernah menangis untuk kita. Hati Yesus sangat tersentuh ketika melihat kita menderita.

Jadi, di saat kita menangis dan menderita seharusnya kita tahu ke mana kita harus pergi. Kemana kita harus menambatkan harapan-harapan kita.

Tulis Komentar Anda:

Artikel Terkait:

7 Mazmur Pertobatan yang Bisa Kita Doakan Selama Masa Prapaskah

Steve Elu

5 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Merayakan Hari Arwah – 2 November

Edeltrudizh

8 Pesan Paus Yohanes Paulus II tentang Pentingnya Doa

Admin

Leave a Comment