HUT 20 Tahun Caritas Indonesia

Katolikpedia.id – Bersamaan dengan rasa syukur 75 tahun Caritas Internationalis, pada saat bersamaan di Indonesia juga mensyukuri 20 tahun karya kemanusiaan Caritas Indonesia yang lahir pada 17 Mei 2006.

Selama 20 tahun, Caritas Indonesia telah hadir di banyak karya kemanusiaan di Indonesia. Caritas Indonesia hadir sejak dari bencana tsunami Aceh 2004 hingga banjir Sumatra 2025.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC bersyukur, Indonesia dipilih sebagai tempat untuk merayakan syukur 75 tahun Caritas Internationalis.

Perayaan syukur ini dihadiri delegasi Caritas dari pelbagai negara, yang menunjukkan persaudaraan universal Gereja dan berjalan bersama dalam semangat kasih dan pelayanan.

Mgr. Anton berharap, ungkapan syukur ini akan menjadi semangat yang mengobarkan dan menggerakan karya yang lebih baik lagi, sebagai wujud nyata dari perintah Kristus untuk mencintai sesama, juga wujud solidaritas untuk kaum miskin dan terpinggirkan.

“Paus Fransiskus pernah berpesan, melayani orang miskin adalah anugerah Istimewa, karena tidak semua memiliki kesempatan untuk menjalankan pelayanan ini,” ujarnya.

Mensyukuri HUT ke-20 Caritas Indonesia, Mgr. Anton menyampaikan, bahwa selama ini, lembaga kemanusiaan ini telah menjadi bagian integral dari misi Gereja untuk melayani masyarakat, terutama yang miskin dan membutuhkan, serta pelayanan untuk para penyintas bencana.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Pius Riana Prapdi mengatakan, rasa syukur 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia yang dirayakan bersama komunitas, telah menunjukkan suatu “perjumpaan dan percakapan yang tulus”.

Dalam kebersamaan semacam ini, terbangunlah kesatuan hati sebagai bagian yang utuh dari Gereja, tubuh Kristus.

Dari dan Bersama Komunitas

Pada pagi hari sebelum Misa Syukur, para peserta berkesempatan mengunjungi komunitas dampingan Caritas Keuskupan Labuan Bajo di Paroki Gereja Santa Teresia Kalkuta, Datak.

Di tempat ini, para peserta berjumpa dengan para petani yang selama ini menjadi peserta Program HARVEST di Keuskupan Labuan Bajo.

Program ini mendorong pembentukan komunitas pertanian yang mandiri dan inovatif, dengan meningkatkan kapasitas anggota komunitas dalam Teknik pertanian organik, serta produksi Mikro Organisme Lokal (MOL), pupuk organik, dan pestisida alami secara mandiri.

Praktik baik yang dikunjungi ini menjadi potret nyata karya kemanusiaan Caritas di Indonesia secara konsisten mengintegrasikan pesan “ekologi integral” dari ensiklik Laudato Si’ yang diserukan oleh Paus Fransiskus. Melalui ensiklik ini, Gereja diajak untuk mendengar “jeritan bumi dan jeritan kaum miskin”.

Labuan Bajo, sebagai wilayah yang kaya akan keindahan alam sekaligus menghadapi tantangan ekologis dan sosial, dipilih sebagai lokasi perayaan untuk menggabungkan kembali urgensi pertobatan ekologis dan keadilan sosial yang inklusif.

Sinergi antara Gereja dan Caritas telah melahirkan banyak buah kebaikan, mulai dari penanganan bencana hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Perayaan 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia diharapkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat jejaring kasih yang lebih adaptif, tangguh, dan berdampak luas bagi masa depan kemanusiaan dan keutuhan ciptaan.

Dimanapun berada, gerakan Caritas tetap hadir demi “martabat dan keutuhan ciptaan” meski dalam situasi yang sulit.

Semangat pantang menyerah ini membuktikan bahwa kasih tidak pernah surut, melainkan terus bergerak menyentuh sudut-sudut wilayah yang paling membutuhkan.

Sebagai tuan rumah, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus mengucap terima kasih atas kepercayaan Caritas Internationalis untuk melaksanakan rangkaian kegiatan pertemuan di Keuskupan Labuan Bajo.

“Sebagai Keuskupan baru, ini adalah kepercayaan dan dukungan bagi kami. Kami menyambut baik semua tamu terutama Presiden Caritas Internationalis yang hadir langsung. Kami berharap semoga pertemuan ini membawa manfaat jangka panjang terutama dalam kolaborasi berkelanjutan, dan para peserta dapat menikmati atmosfer Keuskupan Labuan Bajo sebagai salah satu pusat keindahan pariwisata”.

Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, memberikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo yang bersedia menjadi tuan rumah perayaan Yubileum 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia.

Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengapresiasi langkah Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia yang memilih Keuskupan Labuan Bajo sebagai tempat untuk perayaan ulang tahunnya.

“Saya berharap agar kolaborasi antara Gereja dan pemerintah semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.

Caritas Keuskupan Labuan Bajo berharap agar semangat kasih, solidaritas, dan pelayanan kepada sesama semakin bertumbuh dan menginspirasi masyarakat luas dalam membangun dunia yang lebih manusiawi, adil, dan penuh harapan.

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!