Katolikpedia.id – Hari ini dunia menawarkan pilihan hidup yang serba mudah, terutama menawarkan cara-cara cepat agar bisa mencapai kebahagiaan.
Namun, apakah tawaran ini membahwa kebahagiaan yang hakiki dan berlangsung lama? Tak dipungkiri, dalam banyak hal semua itu bersifat sementara.
Budaya modern memang membawa orang muda untuk “menjadi diri sendiri”, bahkan “menciptakan kembali diri sendiri” sesuai dengan yang mereka impikan.
Dan faktanya, semua itu bergulir tanpa fondasi yang kuat. Maka, semua itu tak ‘kan bertahan lama. Ia akan cepat menyenangkan, namun juga cepat menyakitkan. Semua berubah begitu cepat sehingga tidak ada pegangan yang benar-benar kuat.
Maka, anjuran yang paling baik hari ini adalah apa yang pernah dipesankan oleh mendiang Paus Benediktus XIV. Ia mengimbau agar kamu muda kembali menemukan akar dalam Tuhan.
Akar dalam Tuhan
Paus Benediktus XVI membahas solusi ini ketika berbicara kepada kaum muda pada Hari Orang Muda Sedunia tahunan di Roma, tahun 2011.
Ia mengatakan, oleh karena itu, sahabat-sahabat terkasih, saya mendorong Anda untuk memperkuat iman Anda kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Anda adalah masa depan masyarakat dan Gereja!
Sebagaimana Rasul Paulus tulis kepada jemaat di Kolose, sangatlah penting untuk memiliki akar, fondasi yang kokoh! Hal ini khususnya berlaku saat ini.
Banyak orang tidak memiliki acuan yang stabil untuk membangun kehidupan mereka, sehingga mereka akhirnya merasa sangat tidak aman.
Selanjutnya, Bapa Suci menjelaskan di mana orang muda harus menanam akar mereka:
Nabi Yeremia menulis: “Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan, yang harapannya adalah Tuhan! Mereka akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air.
Ia tidak takut terhadap datangnya panas terik, dan daunnya tetap hijau; ia tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah” (Yer 17:7-8).
Bagi Yeremia, merambatkan akar berarti menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Dari-Nya kita memperoleh kehidupan kita. Tanpa Dia, kita tidak dapat benar-benar hidup.
Dalam masyarakat modern sekarang, penting bagi kaum muda untuk mengakar dalam Firman Tuhan.
Sahabat sejati
Menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan adalah satu-satunya cara kita dapat berakar dalam dan punya landasan kokoh.
Paus Benediktus XVI mendorong kaum muda untuk “membangun rumahmu sendiri di atas batu, seperti orang yang ‘menggali dalam-dalam’.
Berusahalah setiap hari untuk mengikuti sabda Kristus. Dengarkan Dia sebagai sahabat sejati yang dengannya kamu dapat berbagi jalan hidupmu.”
Tuhan bukanlah musuh bagi kebahagiaan abadi kita, melainkan kunci yang mampu membukanya.
Jika kita ingin kaum muda merasa aman dengan diri mereka sendiri, Anda perlu melihat Yesus sebagai sahabat, yang dapat Anda percayai dalam segala hal.

Editor dan Penulis Katolikpedia; Video dan Foto Konten Katolikpedia; Tutor Ilmu Komunikasi, Universitas Terbuka










