Katolikpedia.id – Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) mengadakan Workshop Panduan Penilaian Paduan Suara dan Menyanyikan Mazmur Pesparani dalam bingkai Musica Sacra.
Kegiatan yang digelar di Hotel Sunlake Waterfront Sunter, Jakarta Utara, Jumat-Minggu, 14-16 November 2025 ini mengangkat tema “Membangun Standar Penilaian yang Objektif dan Kontekstual”.
Dalam sambutan saat membuka acara Ketua LP3KN, Muliawan Margadana, mengatakan bahwa workshop ini sangat penting untuk dilakukan karena ini terkait dengan standarisasi penilaian paduan suara dan menyanyikan mazmur saat perhelatan Pesparani.
Dalam setiap acara Pesparani mazmur selalu menjadi salah satu mata lomba. Dan mazmur sendiri merupakan bagian istimewa dari musica sacra, musik suci Gereja Katolik yang diwariskan dari abad ke abad.
Muliawan berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Bimas Katolik atas dukungannya sehingga acara ini bisa terselenggara. “Kami sangat menghargai dukungan dan perhatian dari Bimas Katolik luar biasa,” ujarnya.
Muliawan juga mengajak seluruh peserta agar sungguh menjadikan LP3KN sebuah wadah yang memberikan kemanfaatan bagi umat.
Ketua Pelaksana workshop, Natalis Natalianto, menjelaskan bahwa dalam workshop tersebut dirancang sebuah sistem penilaian “Pesparani” yang dapat diajukan sebagai acuan dalam penilaian lomba.
Sistem ini nantinya, seperti musica mundi dan sistem penilaian lainnya, menitikberatkan penilaian pada hasil performa paduan suara ataupun pemazmur yang sedang berlomba. Misalnya, teknik vocal, intonasi, penghayatan dan lain-lain.
Karena paduan suara membawakan Musica Sacra (lagu liturgi, mazmur, lagu rohani dan atau lagu devosi), maka sistem ini mempunyai peran untuk menjaga martabat Musica Sacra yang agung.
Musica Sacra adalah musik religius yang diciptakan khusus untuk peribadatan dan memiliki bobot sakral. Musik ini merupakan bagian integral dari liturgi, yang tujuannya adalah kemuliaan Tuhan dan pengudusan umat beriman.
Pelaksanaan kegiatan workshop ini adalah bagian penting untuk memastikan kehadiran LP3KN semakin dikenal dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi umat Katolik dan juga bangsa dan negara.
Sejalan dengan itu, Direktur Urusan Agama Katolik Salman Habeahan menekankan pentingnya LP3KN memahami dengan baik dan benar agar dalam implementasi memenuhi standard yang benar sesuai prinsip-prinsip liturgi.











