Katolikpedia.id — Kasih orang tua adalah cerminan paling nyata dari kasih Allah yang tak terbatas.
Pemandangan penuh haru terpancar di Gereja Katolik Paroki St. Petrus Rasul TDM, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sebuah video pernikahan mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan momen langka yang menyentuh sanubari: pasangan orang tua Muslim dengan penuh cinta mendampingi putri tercinta mereka melangkah menuju altar gereja Katolik
Pasangan yang berbahagia itu adalah Ayes dan Chalista. Mereka mengikat janji suci Perkawinan pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Chalista merupakan putri sulung yang memeluk agama Katolik. Sementara kedua orang tua serta adik-adiknya adalah pemeluk agama Islam yang taat.
Di dalam Rumah Bapa yang teduh, tidak ada tembok pemisah. Yang ada hanyalah linangan air mata kebahagiaan.
Sang ayah dan ibu yang mengenakan hijab melangkah anggun di lorong gereja. Mereka menyerahkan putri tercinta kepada calon suaminya tepat di hadapan altar Kristus.
Restu tulus mengalir….
Diketahui, sang ibu dulunya Katolik sebelum ikut suami, mualaf. Meski kini punya jalan iman yang berbeda, kehangatan ikatan keluarga ini tetap terjaga utuh.
Toleransi tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas. Mereka menghidupinya secara nyata melalui tindakan saling mengasihi dan menghormati panggilan iman masing-masing.
Dokumentasi sakral ini diunggah oleh akun Instagram @ceritakecil.koe dan langsung dibanjiri simpati ribuan warganet.
Kehadiran keluarga besar yang beragama Islam di dalam gereja menjadi kesaksian indah betapa indahnya kasih sayang di bawah naungan salib Kristus.
Pernikahan Katolik bukan sekadar penyatuan dua insan. Pernikahan adalah sakramen suci yang mempertemukan dua keluarga dalam ikatan Rahmat Illahi.
Momen di Kupang ini memberi pesan kuat bagi Generasi Z: perbedaan keyakinan tidak harus meretakkan kasih keluarga. Sebab pada akhirnya, kasih sejati akan selalu menemukan jalan untuk menyatukan.
Gereja Katolik senantiasa terbuka sebagai rumah kasih bagi siapa saja. Momen ini mengingatkan Gen Z bahwa kasih orang tua melampaui segala batasan.
Di mana ada kasih dan kedamaian, di situ Allah hadir. Semoga teladan keluarga Ayes dan Chalista terus menginspirasi kita untuk saling mencintai tanpa batas.

